Minggu, 11 Maret 2012

Meski jauh, seharusnya tetap bisa kita lumpuhkan




Minggu lalu, ada sebuah berita hangat dan membahagiakan (meski bagi media sama sekali bukan berita yang �besar� seperti kasus wisma atlet) yakni mengenai makin terbangunnya kekuatan pertahanan RI meski pelan-pelan. Di situ disebutkan bahwa Indonesia berhasil mendapatkan komitmen T-o-T (Transfer of Technology) dari China untuk produk peluru kendali C-802A dan C-705 yang mampu menghancurkan target pada jarak 80-90 km.

Perjanjian ToT ini adalah langkap penting bagi percepatan kemampuan Indonesia membuat sendiri rudal jelalah serupa, atau yang bisa menjangkau target yang lebih jauh. Dalam perang konvensional, peran peluru kendali amat sangat vital, apalagi didukung dengan kekuatan matra lain, tentu akan lebih menjanjikan bisa melumpuhkan simpul-simpul kekuatan musuh.

Kita masih ingat dalam Perang Irak I-II, rudal-rudal diluncurkan dulu dari kapal-kapal induk AS dan sekutu, untuk melumpuhkan simpul-simpul kekuatan tentara Saddam Hussein, seperti anti-aircraft battery, landasan pesawat terbang, gudang-gudang senjata, pusat-pusat komando, dan lain-lain. Apakah Indonesia mempunyai kemampuan penghancur jarak jauh seperti itu? Mungkin..

Saat ini, mungkin memang belum sangat mumpuni. Indonesia sudah mempunyai andalan berupa rudal Yakhont (buatan Russia), yang kini menjadi salah satu lambang supremasi alutsista Indonesia. Yakhont terbukti mampu menghancurkan target jarak jauh (300 km).

Keberadaan Yakhont memang strategis bagi pertahanan Indonesia. Jangkauan 300 kilometer yang dimiliki Yakhont seandainya ditempatkan di pesisir timur dan utara Sumatera dapat menjangkau Semenanjung Malaya, Thailand Selatan, serta Kepulauan Nicobar dan Andaman. Seandainya digelar di Kepulauan Natuna-Anambas, rudal tersebut dapat mencapai sasaran di sekitar Kepulauan Spratly dan Paracel (salah satu area paling potensial untuk konflik di kawasan).

Seandainya digelar di wilayah timur Indonesia, di kawasan Sulawesi Utara, Maluku Utara, atau Papua, rudal Yakhont dapat menjangkau sasaran di Filipina selatan hingga Guam, yang menjadi salah satu basis militer terdepan AS. Adapun di wilayah selatan, di sekitar Kupang dan perairan Timor, rudal tersebut dapat menjangkau sasaran di Darwin dan sebagian kawasan Northern Territory Australia.

Adanya Yakhont, C-802A, C-705 dan rudal-rudal lain memang sedikit banyak menambah kekuatan penggetar dan penggentar Indonesia, namun ada beberapa hal yang musti juga menjadi perhatian. Pertama adalah kuantitas. Saya tidak tahu seberapa banyak Indonesia mempunyai rudal-rudal tersebut, namun saya meyakini, jumlahnya tidak sampai ratusan, apalagi ribuan. Kedua adalah daya jangkau. Dengan daya jangkau maksimal yang �hanya� 350 km, Yakhont tentu sedikit terkesan nanggung. Ketiga tentu saja jenis. Selain rudal surface-to-surface, Indonesia juga perlu mempunyai kemampuan mengatasi ancaman dari udara, surface-to-air. Saya selalu gagal meyakini bahwa tembakan-tembakan artileri anti pesawat terbang akan mampu merontokkan pesawat-pesawat musuh. Bagi orang awam militer seperti saya, kita perlu rudal yang mampu mencegat/mengejar pesawat yang menyerang. Dan sepertinya, kita belum banyak memiliki kemampuan itu.

Dengan adanya perjanjian ToT, saya meyakini bahwa Lembaga Penerbangan dan Antara Nasional (LAPAN) kita akan makin cepat mempunyai kemampuan membuat rudal-rudal jarak jauh, dan mampu diproduksi secara massal di dalam negeri. Sehingga, meski musuh kita masih ribuan kilometer jauhnya, kita tetap mampu melumpuhkan.

Bukan begitu?

Sumber : GNFI

Sabtu, 10 Maret 2012

Beberapa Kegiatan Sepele Yang Dapat Merusak Kesehatan

1. Mendengarkan Musik Lewat Earphone

Suka mendengarkan musik lewat earphone...???? Hmm..hati-hati bahayanya. Terlalu sering mendengar bunyi keras atau suara bising dalam tempo lama dan terjadi tiap hari bisa mengganggu pendengaran. Kajian Komisi Eropa menunjukkan, kebiasaan mendengar musik dengan earphone dengan volume tinggi (di atas 100 desibel), lebih dari satu jam sehari dalam jangka minimal lima tahun, membawa risiko gangguan pendengaran permanen.

Saat ini, 50-100 juta orang diperkirakan aktif mendengar musik melalui earphone setiap harinya. Berdasarkan penelitian, sebagian besar mereka menyetel volume hingga di atas 89 desibel (sekitar volume 90 %) untuk mengimbangi kebisingan lalu lintas. Gangguan pendengaran karena bising merupakan gangguan pendengaran tipe saraf (tuli sensorineural) akibat kerusakan koklea atau saraf sensoris.

Menurut dr.Ronny Suwento, SpTHT, dari Departemen Telinga Hidung dan Tenggorokan (THT), RSCM, Jakarta, getaran kuat akibat gelombang suara keras akan merusak sel-sel rambut koklea dalam telinga dalam.
"Kerusakan itu akan menghambat impuls listrik mencapai saraf pendengaran sehingga tidak ada yang diteruskan ke otak untuk diinterpretasi sebagai suara," kata dr Ronny. Gangguan pendengaran akibat paparan suara bising terjadi secara bertahap. "Mungkin pada tahun-tahun awal orang itu tidak akan merasakan gangguan karena suara yang kita gunakan dalam komunikasi sehari-hari hanya 500-4000 desibel," tambahnya. "Lambat laun ambang batas pendengarannya makin menurun sampai akhirnya tidak bisa mendengar suara lagi," kata dr Ronny.

Telinga sendiri diciptakan dengan berbagai bagian fungsi yang saling bekerja sama sehingga seseorang mampu mendengar, memproses, dan memahami dunia di sekitarnya. Namun, saat suara di sekitar kita terlalu keras atau bising, sel-sel rambut yang halus di rumah siput dalam telinga (koklea) akan rusak. Sel rambut ini berfungsi menangkap frekuensi suara dan meneruskannya ke pusat persepsi pendengaran di otak.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketika alat pemutar musik digital yang disambungkan dengan earphone diputar pada volume optimal atau maksimal (intensitas sekitar 100 desibel), telinga hanya boleh terpapar maksimal 5 menit per hari. Pada volume 90 persen (90 desibel) hanya boleh terpapar selama 18 menit. Pada volume 80 persen (80 desibel), hanya boleh 1,2 jam dosis maksimal per hari. Dan, pada volume 70 persen (70 desibel), hanya boleh sekitar 4,6 jam maksimal per hari. Lebih dari itu, risiko terjadinya trauma bising akan lebih besar. Jadi, sebaiknya dipakai pada volume rendah karena akan lebih aman.

Ingat dengan pepatah yang mengatakan, �if it is too loud you are too old?� Semakin sering kita mendengarkan bunyi yang terlalu keras, maka usia kita akan jauh lebih tua dari usia sesungguhnya karena pendengaran kita terganggu.

2. Memakai Celana Jeans Ketat

Beberapa tahun terakhir, menggunakan celana jeans ketat (model pensil) menjadi tren di kalangan anak muda. Bahkan, artis papan atas Indonesia seperti The Changcuters pun menjadi salah satu pecinta celana jenis ini. Tak tanggung-tanggung, celana ini bukan sekedar ketat, tapi juga menempel seolah menjadi kulit kedua bagi pemakainya.

Memang tak terhitung banyaknya pengguna celana jeans ketat. Namun, mungkin hanya segelintir yang mengerti efek negatif memakai celana jenis itu. Menurut dr. Ryan Thamrin, penggunaan celana jeans ketat pada wanita kerap menimbulkan masalah. Antara lain:

Bagi Pria
Penggunaan celana jeans ketat yang terlampau sering menyebabkan daerah di sekitar kemaluan menjadi panas, sehingga berbahaya untuk sperma. Hasil penelitian di Indonesia menyebutkan bahwa kualitas sperma pria mengalami penurunan bila terlalu sering mengenakan celana jeans ketat. Disebutkan, jumlah sperma yang biasanya 60 juta per mililiter dapat turun drastis menjadi 20 juta per mililiter.

Secara ilmiah, hal ini dapat dijelaskan. Suhu yang tidak normal pada skrotum, yaitu lapisan yang melindungi kemaluan, dapat berakibat buruk pada kualitas sperma karena tumpukan keringat yang tidak bisa keluar di sekitar organ reproduksi. Sehingga dapat menimbulkan jamur yang akan meningkatkan suhu testis dalam produksi sperma. Bila diteruskan akan menjadi gatal dan menjalar ke bagian buah zakar.

Bagi Wanita
Banyak para wanita yang menginginkan penampilan terlihat sexy,sehingga mengenakan pakaian yang cenderung ketat agar dapat menunjukkan bentuk tubuhnya. Khususnya para pelajar dan mahasiswa sering sekali mereka mengenakan celana jeans yang ketat, hingga celana jenis ini menjadi pilihan utama bagi mereka. Tetapi apakah mereka tahu kalau mengenakan celana jeans terus menerus kurang baik untuk kesehatan terutama bagi organ intim kewanitaan.

Celana jeans ini terbuat dari bahan yang cukup tebal, apalagi yang jenis straight jeans atau celana jeans yang pas di badan. Hal ini dapat menimbulkan rasa panas di bagian organ kewanitaan dan memicu produksi keringat yang cukup banyak. Ditambah lagi sirkulasi udara di daerah kewanitaan juga terganggu akibat bahan yang tebal itu, padahal daerah tersebut memerlukan sirkulasi udara yang cukup, agar keringat cepat mengering.

Apabila hal ini terjadi terus menerus maka, daerah itu akan menjadi lembab dan mudah sekali memicu tumbuhnya jamur. Disamping itu resiko untuk terjadinya iritasi maupun infeksi juga bertambah besar. Bila hal ini dibiarkan terus menerus maka akan membahayakan organ kewanitaan yang mengancam kesehatan reproduksi. Selain itu dengan menggunakan celana ketat, perut akan terasa sakit dan pernafasan juga akan terganggu karena perut selalu dalam keadaan tertekan yang pada akhirnya proses BAK (Buang Air Kecil) dan BAB (Buang Air Besar) juga akan terganggu. Jadi, dengan kenyataan yang demikian, maka perlu anda pertimbangkan jika ingin menggunakan celana ketat.

3. Menaruh Dompet di Saku Belakang Celana

Biasa meletakkan dompet di saku belakang celana? Waspadalah. Kebiasaan itu ternyata bisa mempengaruhi saraf-saraf yang ada di tubuh. Para ahli mengungkapkan orang-orang yang duduk dengan dompet di saku belakang celana memiliki risiko merusak saraf-saraf kunci. Kondisi ini sudah menjadi sangat umum di masyarakat hingga dijuluki dengan nama hip-pocket syndrome atau wallet-neuropathy. Laki-laki yang selalu meletakkan dompet di saku belakangnya adalah kelompok yang paling berisiko terkena kondisi ini.

Ahli fisioterapi menuturkan adanya lonjakan jumlah laki-laki yang menderita atau mengeluhkan sakit punggung bagian bawah, dan diduga posisi dompet menjadi penyebab utama kondisi ini. �Saat ini semakin banyak pasien saya yang datang ke klinik dengan keluhan seperti itu. Kondisi ini dipicu oleh posisi dompet yang menekan saraf di belakang tubuh dan seiring waktu bisa menyebabkan linu panggul,� ujar Julian Forth, seorang fisioterapis di Buckhurst Hill, Essex, seperti dikutip dari BBCNews, Senin (14/3/2011).

Forth mengungkapkan dompet tersebut akan menekan saraf-saraf di tubuh baik pada saat orang mengemudi atau ketika duduk di tempat kerja. Kondisi ini juga bisa mengakibatkan rasa sakit atau mati rasa pada pergelangan kaki, kaki bagian bawah dan menimbulkan rasa sakit saat berjalan, duduk atau berbaring. Jika seseorang meletakkan dompet di saku belakang, maka akan menimbulkan ketidakseimbangan yang secara tidak sadar melibatkan otot, tulang dan yang paling penting adalah sistem saraf. Ketidakseimbangan ini membuat seseorang duduk cenderung miring dan mencoba untuk tetap menjaga keseimbangan yang berpusat pada panggul.

Kondisi ini kemungkinan melibatkan satu atau dua kurva kompensasi dari tulang belakang yang membuat posisinya menjadi tidak sejajar. Secara tidak sadar hal ini akan membuat bahu menjadi merosot. Itulah sebabnya meletakkan dompet di saku belakang bisa menyebabkan nyeri pada leher, punggung dan juga bahu. Jika laki-laki berpikir bahwa ia tidak mengalami keluhan apapun, sebaiknya tetap menghindari kebiasaan tersebut.

Meski demikian ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menghindari risiko gangguan saraf, seperti dikutip dari siouxcityjournal.com yaitu:
1. Melakukan sedikit peregangan sebelum duduk
2. Mengeluarkan dompet dari saku belakang sebelum duduk meskipun dompet tersebut tidak tebal
3. Meletakkan dompet pada tempat alternatif lainnya seperti saku jaket atau di dalam tas
4. Duduklah dengan nyaman di kursi atau sofa dengan permukaan yang datar sehingga tidak mengganggu saraf dan struktur tulang serta ototnya benar
5. Jika sudah timbul keluhan sebaiknya segera konsultasikan dengan fisioterapis untuk memperbaiki postur tubuh dan tidak memperburuk keadaan.

4. Membunyikan Tulang Leher/Badan Lainnya

Memutar kepala setelah dipijat atau saat leher terasa pegal memang sangat menyenangkan. Kepala merasa lebih enteng dan rasa sakit yang ada di kepala apakah itu pusing atau sakit kepala, umumnya segera hilang setelah terdengar bunyi tersebut.

Padahal, kebiasaan itu mempunyai akibat sampingan yang cukup berbahaya. Salah satunya, syaraf bisa terjepit di sela-sela tulang ekor leher. Menurut Brian Cassaza, M.D, dari Universitas California, Amerika, bila salah urat syaraf terjepit di antara tulang ekor leher. Maka, efeknya bisa bemacam-macam, tergantung dari jaringan saraf itu menuju ke mana. Tapi, pada umumnya, akan mengakibatkan organ tubuh seperti kaki dan tangan sulit dikomando oleh otak. Orang yang mengalami hal tersebut, biasanya berjalan seperti robot, karena, otak gagal memberi instruksi kepada organ-organ tubuh untuk melakukan apa yang diiinginkan.

Berjalan seperti robot merupakan suatu hal yang tidak menyenangkan, jika orang itu menggunakan sandal, dapat dipastikan bahwa sandalnya akan mudah terlepas dari telapak kakinya, akibat jari-jari tidak mampu menekan bagian dasar sandal. Atau, bila makan harus disuapi. Karena, tangan sulit sekali membawa sendok hingga ke ujung bibir, sebagaimana layaknya orang sedang menyuap makanan ke dalam mulut.

Sama halnya dengan membunyikan tulang leher, gerakan membunyikan buku-buku jari juga merupakan kebiasaan yang salah karena menyalahi aturan persendian normalnya dan dapat menghancurkan tulang-tulang rawan di dalamnya.Jika kebiasaan ini dilakukan terus menerus maka dapat menimbulkan penyakit sendi yang kronis di kemudian hari.

Nah solusinya klo mau menghilangkan pegal tanpa "kretek-kretek" klik disini gan

DARI MANA ASALNYA BUNYI �KRETEK� ITU???

Para ilmuwan biomedis telah mempelajari apa yang sebenarnya terjadi ketika Anda menekuk tulang sendi jari dengan menggunakan mikrofon yang sensitif (untuk mendengarkan dan menganalisis bunyi) dan ukuran bunyi (untuk mengukur jumlah tarikan pada jari). Mereka menemukan bahwa dua suara yang terpisah biasanya muncul ketika Anda membuyikan buku jari. Buku jari adalah sendi yang membuat jari Anda dapat ditekuk. Di dalam ruang sendi di antara tulan-tulang terdapat cairan dan ikatan sendi (ligamen) di setiap sisi ruang sendi yang menyatukan tulang.

Ketika Anda menarik jari (�menceklek� sendi), Anda membuat ruang sendi makin besar. Akibatnya, tekanan dalam ruang sendi makin menurun. Segera saja, ikatan sendi tersedot ke dalam. Ketika tekanan menurun,muncullah gelembung (paling sering karbon dioksida), hanya dalam satu per ribuan detik. Ketika muncul, gas ini akan menimbulkan bunyi letupan yang merupakan suara pertama.

Gelembung itu mengisi 15% ruang sendi yang sekarang menjadi lebih besar. Karena ruang sendi mendadak diisi oleh gelembung, cairannya tiba-tiba mendorong ikatan sendi dan mendorongnya ke posisi semula. Pada saat ligamen �didorong kembali� muncullah bunyi kedua. Energi yang hilang dalam sendi sangat rendah, sekitar 7% dari yang Anda perlukan untuk merusak tulang rawan. Namun, jika Anda sering melakukannya, itu akan menjadi cerita yang jauh berbeda.

Sebuah penelitian dilakukan oleh Dr. Daniel Unger, yang telah membunyikan buku jari tangan kirinya selama 50 tahun. Ia kemudia membandingkan tangan kiri (buku sendi yang sering dibunyikan) dengan tangan kanannya (yang tidak pernah dibunyikan). Tangan kirinya tidak terkena artritis, sama seperti tangan kanannya, namun satu orang merupakan sampel yang sangat kecil.

Penelitian lain meneliti 300 orang yang telah membunyikan buku jarinya selama 35 tahun. Tidak ada kasus artritis pada tangan mereka. Mereka memang memiliki sendi yang membesar (bukan masalah besar). Namun, hal yang mengejutkan adalah tangan mereka lebih lemah, kekuatan tangan mereka seperempat kekuatan yang seharusanya!

Jadi, membunyikan buku jari tidak menggangu Anda dalam waktu singkat, namun 35 tahun dari sekarang, Anda mungkin tidak akan dapat membuka botol selai! Bagaimana pendapat Anda? Masih mau �menceklek� buku jari Anda lagi?

5. Mandi Malam Hari

MANDI adalah salah satu upaya membersihkan badan. Mandi biasanya dilakukan sehari 2 kali, yakni pagi setelah bangun tidur dan sore hari sepulang dari aktivitas seharian. Mandi jarang dilakukan pada malam hari, kecuali bagi mereka yang pada sore hari tidak sempat mandi karena ada pekerjaan sampai agak malam. Lalu apakah mandi malam berefek buruk bagi kesehatan?

Menurut dr.Cici Lia Novita, mandi pada malam hari sebenarnya tidak membawa dampak negatif bagi kesehatan bagi orang yang tidak mempunyai riwayat penyakit tertentu seperti rematik, jantung dan asma. Ia mengakui, jika waktu malam hari itu udara khususnya di Indonesia kelembabannya lebih tinggi sehingga bila tubuh yang sudah kedinginan diberi air dingin akan menjadi kaku. �Tidak masalah, selama kondisi tubuh sehat dan tidak ada penyakit rematik, jantung dan asma,� ujarnya.

Bagi penderita penyakit rematik memang tidak dianjurkan untuk mandi malam hari, karena dengan semakin dinginnya tubuh dan sendi akan membuat sendi-sendi yang terkena rematik menjadi kaku sehingga akan timbul rasa sakit yang kita kenal sebagai serangan rematik. �Makanya jika bisa mandi lebih pagi kenapa harus selalu mandi di malam hari, agar tubuh jadi tidak kedinginan. Untuk menghindari akibat yang tidak diinginkan,� ujar lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada UGM) ini.

Sebenarnya kebiasaan mandi malam tidak berpengaruh secara langsung terhadap timbulnya penyakit rematik. Mandi malam akan berpengaruh terhadap timbulnya nyeri sendi jika memang sudah memiliki riwayat penyakit rematik sebelumnya. Hal tersebut berkaitan dengan menyempitnya pembuluh darah akibat hawa dingin yang akan berpengaruh pada kurang tersuplainya oksigen ke sendi sehingga terjadilah nyeri.

Namun, ada baiknya jika cuaca dingin, mandi malam hari menggunakan air yang hangat dan ketika badan tidak sedang sakit. �Kalaupun rematik, kalau pakai hangat sebenarnya tidak masalah. Apalagi, jika kondisi tubuh sedang gerah dan lelah. Karena mandi akan membuat tidur lebih nyenyak,� ujar dr Cici.

Mengenai mandi malam bagi ibu hamil, dr Cici mengatakan sama saja. Hanya saja, sebaiknya menggunakan air hangat karena biasanya pada saat hamil pembuluh darah menyempit dan ini juga terjadi pada tubuh dalam keadaan dingin. �Makanya dengan air hangat akan mencegah risiko terjadinya sakit kepala. Karena air hangat bisa memperlebar kembali pembuluh darah yang menyempit,� terangnya. Pada pagi hari pun demikian. Jika kondisi cuaca dingin, ada baiknya bagi penderita rematik untuk mandi air hangat. �Jadi bukan karena malam atau siang, tapi karena suhu air dan udara saja,� ujarnya.

Lalu bagaimana kita mengetahui jika kita memiliki rematik? Ia menjelaskan, salah satu gejala rematik adalah seseorang yang sering merasakan nyeri sendi pada pagi hari, nyeri sendi saat baru bergerak. Penyakit ini bisa menimpa semua usia, namun berisiko pada usia lanjut dan orang yang memiliki berat badan berlebih.

Rematik, kata dr Cici, sebenarnya terdiri dari beberapa jenis. Jenis-jenis rematik tersebut bergantung pada penyebab terjadinya rematik. Sebagian besar rematik disebabkan oleh adanya peradangan pada sendi. Peradangan sendi ini pun dapat terjadi mulai dari kekurangan hormon estrogen, faktor genetik, osteoporosis, dan lainnya Ditanya soal makanan, sebenarnya tidak ada pantangan khusus untuk makanan. Biasanya yang terkait dengan pola makan ada penyakit asam urat. �Gejalanya memang mirip dengan rematik,� ujarnya.

Kliping dari berbagai sumber

Selasa, 06 Maret 2012

Poster Film Indonesia Hasil Jiplakan ? Semuanya-kah ?

Entah kebetulan atau memang sengaja, ternyata beberapa poster film yang ada di Indonesia yang selama ini beredar hampir sama dengan poster Film yang ada di luar negeri. Masak sih, coba lihat seksama di gambar deh. Lalu kasih komentar ya ;)



HOT CHICK vs NAMAKU DICK:



LOVE ACTUALLY vs LOVE:



THE SKELETON KEY vs KALA:



FREEDY VS JASON vs pocongkkkk VS KUNTILANAK:



MARRYING THE MAFIA vs GET MARRIED 2:



AZUL OSCURO CASI NEGRO vs PUTIH ABU-ABU DAN SEPATU KETS:



DRIVE ANGRY vs DEDEMIT GUNUNG KIDUL:



THE SLEEPING DICTIONARY vs LOVE IS CINTA:



HORORFEST 2007 vs HANTU PUNCAK DATANG BULAN:



PRIDE & PREJUDICE vs SELAMANYA:



BELUM CUKUP UMUR vs THE TIME TRAVELER'S WIFE:

Itu baru sedikit contoh lo, tentunya masih banyak juga, entah memang mirip atau sengaja jiplak. Entahlah, mungkin masih banyak lo. Ada tambahan ?

Sumber : Kaskus

Jumat, 24 Februari 2012

Ciri Perempuan Ideal dalam Budaya Jawa

"Selalu ada perempuan hebat, di samping laki-laki hebat..."

UNGKAPAN ini laiknya filosofi tentang perempuan menurut budaya Jawa.
"Estri", salah satu terminologi di Jawa untuk menyebut perempuan ini
berasal dari bahasa Kawi (estren), yang berarti panjurung atau pendorong.

Hampir sama denga kata "garwo", berdasarkan etimologi rakyat Jawa,
dipresepsikan sebagai "sigaraning nyowo" (belahan jiwa). Perempuan modern
mengartikan falsafah Jawa ini untuk menepis anggapan bahwa perempuan dalam
budaya Jawa bukan sekedar konco wingking atau pemandu sorak belaka.

Sering juga, istri disimbolkan sebagai "pedharingan" alias periuk. Dahulu,
periuk adalah tempat menyimpan beras atau menanak nasi. Ini diartikan
sebagai fungsi perempuan untuk menyimpan harta benda yang dicari suami,
kemudian mengolahnya untuk kelangsungan hidup keluarga.

Fungsi tersebut tak ubahnya sebagaimana seorang sutradara yang berperan di
belakang layar. Dimana seorang istri sangat berpengaruh dalam menentukan
keputusan rumah tangga. Lalu, seperti apa ciri perempuan ideal yang selalu
diharapkan oleh seorang laki-laki itu? Berikut ciri perempuan ideal yang
dikutip dari Serat Candraning Wanita.

1. Mrica Pecah - Butiran Merica yang Pecah

Perempuan dalam kategori ini adalah perempuan yang digambarkan sebagai
perempuan dengan badan yang ramping dan padat, dengan kulit putih dan
dengan payudara yang montok.

Sifat dari ciri utama perempuan ini adalah kemampuannya yang dengan mudah
dapat diterima di berbagai kalangan, tapi sangat rapat menyimpan rahasia.
Perempuan seperti ini dikatakan akan membawa kebahagiaan kepada pasangan
yang memiliki kedudukan yang tinggi, karena kemampuannya untuk mendampingi
suami dalam berbagai kesempatan sekaligus kemampuannya untuk dapat menutup
mulut dan menjaga kehormatan sang suami.

2. Surya Sumurup - Matahari Tenggelam

Bagikan semburat jingga di langit ketika mentari tenggelam, perempuan
seperti ini membawa keindahan dan menampilkan keindahan yang luar biasa.
Tidak hanya indah secara fisik, tapi juga dipercaya akan mampu menjadi
kebanggaan pasangan karena kesetiaan luar biasa yang dimilikinya.

Ciri fisik perempuan ini adalah bibirnya yang berwarna merah jambu, dengan
sorot mata yang agak kebiruan. Rambut di dahi digambarkan kuncup seperti
bunga turi, dan alis perempuan dalam tipe ini digambarkan memiliki alis
yang melengkung indah seperti bulan sabit. Bukan hanya secara fisik dan
kesetiaan, bahkan digambarkan, perempuan ini sanggup memberikan perlawanan
yang berarti dalam urusan pertarungan asmara.

3. Menjangan (atau Macan) Ketawan - Kijang (atau Harimau) Tertawan

Perempuan seperti ini digambarkan memiliki sifat yang siap dan akan selalu
memberikan perlawanan yang pas bagi pasangannya, sehingga sang pasangan
tidak akan pernah merasa bosan karena bersanding dengan perempuan seperti
ini bagaikan petualangan menyenangkan, dan selalu memberikan kejutan yang
menarik untuk di selami.

Secara fisik perempuan seperti ini memiliki gambaran wajah yang cerah
ceria, mata yang terbuka lebar dan terlihat bersemangat, kulit yang
bercahaya, memiliki sifat yang keras, tapi murah hati dan selalu menolong.
Fisik perempuan dalam kategori ini tergolong agak besar, walau tidak
berarti tegap. Perempuan yang masuk dalam kategori ini adalah perempuan
yang tidak mudah tergoda dan mampu memberikan kehangatan kepada pasangannya.

Seringkali seorang perempuan tidak memiliki satu ciri saja, terkadang
memiliki beberapa ciri campuran yang menyebabkan setiap perempuan menjadi
unik, cantik dan ideal dengan caranya sendiri. *****

Sumber: SMCN

Cemburu Itu Perlu

CEMBURU itu bumbu, meski kadang menyimpan rasa sakit bahkan dendam, namun
dengan kadar yang pas, cemburu dibutuhkan untuk mengetahui seberapa besar
cintanya pada Anda.

Rasa cemburu wajar hadir seiring perasaan cinta atau sayang terhadap
pasangan. Sebuah rasa takut kehilangan pasangan atau yang lebih parah
kehilangan cinta itu sendiri.

Anda hanya perlu mengontrol seberapa kuat bisa melawan perasaan itu. Rasa
cemburu yang dikelola dengan baik, justru bisa memunculkan perasaan hangat
yang teraliri dalam jiwa, bahkan hadirnya bisa menepis debat sengit yang
berpotensi menghancurkan hubungan.

Lalu, mengapa cemburu itu perlu? Munculnya rasa ini adalah tanda bahwa Anda
benar-benar peduli dengan pasangan. Sinyal tubuh mengirim respon, ada suatu
hal yang membahayakan dirinya.

Inilah bentuk dari perlindungan diri yang reflek terjadi. Rasa ini akan
berkembang menjadi hal yang baik, yang terdorong perasaan ingin melindungi
pasangan dari ancaman bahaya.

Jadi, apa yang harus dilakukan saat cemburu itu hadir? Jangan dulu
menyalahkan. Bijaknya, bertanyalah lebih dulu. Beri kesempatan ia
menjelaskan. Katakan bahwa tak pernah ada keinginan untuk memancing
pertengkaran, hanya niat untuk melindungi hubungan.

Ini dia, lima pertanyaan mengandung kadar bahaya

1. Apakah ia tertarik secara seksual pada wanita itu?

2. Apakah Anda menemukan pasangan berfantasi dengan wanita
lain?

3. Apakah ia merasa tertarik secara emosional dengan wanita
lain?

4. Apakah ia membuka diri dan berbagi informasi pribadi
dengan wanita lain?

5. Apakah sesuatu terjadi antara ia dan wanita lain yang
disembunyikan?

Melalui sejumlah pertanyaan itu, mainkan logika untuk menilai apakah rasa
cemburu itu sinyal serius atau hanya cemburu buta. Jika ternyata cemburu
itu tak beralasan, jangan malu untuk meminta maaf terlebih dulu.

Cinta Pasti Memiliki

�Jika Anda mencintai hingga terluka, tak akan ada yang terciderai. Yang
Anda temui adalah makin tulusnya cinta.�
-- Kata Bijak --

SEBUAH pesan singkat masuk di telepon seluler. Isinya: �Finally, sir. Kami
resmi berpisah. Plonk rasanya.� Si pengirim pesan singkat itu, Irma,
bekerja sebagai General Manager disatu kantor konsultan di Jakarta. Irma,
seorang perempuan yang hampir empat tahun menanti proses perceraiannya
usai. Namun entahlah apa yang terjadi sehingga proses itu berlarut-larut.
Hingga akhirnya, keputusan itu pun turun. Plonk rasanya, begitu katanya.

Mereka akhirnya memutuskan berpisah. Cerai. Alias dengan surat resmi yang
dicatat dalam sebuah akta, mungkin itu kata yang paling tepat. Pernikahan
yang telah dibina selama hampir sepuluh tahun itu tak bisa dipertahankan
lagi. Apa alasan yang membuat Budi dan Irma sepakat untuk tidak sepakat
lagi dalam membina biduk rumah tangganya?

Budi dan Irma bukannya tidak sadar akan keputusan yang mereka ambil.
Apalagi mereka masih mempunyai seorang putri yang masih lucu dan imut. Anak
semata wayang mereka yang masih berusia lima tahun, Desya. Mereka
sepenuhnya sadar, tanpa paksaan dari pihak mana pun untuk berpisah. Tekad
mereka sudah bulat, tidak lonjong lagi. Cerai bagi mereka merupakan pilihan
terbaik saat itu.

Perbedaan prinsiplah yang menyebabkan mereka akhirnya memutuskan untuk
bercerai. Kesibukan Irma yang luar biasa dalam pekerjaan ternyata tidak
disetujui oleh Budi, suaminya, yang bekerja di perusahaan kontraktor asing.
Sedangkan Irma tetap bersikukuh bahwa hal itu merupakan haknya dalam meniti
karir yang sedang dijalaninya. Bukankah sekarang zamannya keterbukaan dan
emansipasi, begitu pikir Irma. Bagi Budi, keluarga tetaplah nomor satu bagi
seorang ibu. Apa boleh buat, tak ada kata sepakat di sini. Walau bukan
berarti �no big deal�. Tak ada yang bisa mengalah satu sama lain. Selesai
sudah ikatan resmi tali cinta mereka. Satu kisah diresmikan di depan
penghulu sebelumnya. Kini, mereka berdua bukan siapa-siapa lagi.

Lantas setelah semua berlalu, apakah kisah berikutnya yang harus dilakoni
dua insan ini? Tentu ada konsekuensi yang harus mereka jalani. Nah, siapa
lagi kalau bukan Desya, putri semata wayang mereka. Ikatan resmi tali cinta
bolehlah selesai. Namun perjalanan hidup buah kisah kasih mereka tak boleh
terhenti di tengah jalan. Desya tetap membutuhkan kasih sayang dari kedua
orang tuanya. Ia juga membutuhkan biaya untuk hidup, dan tentu saja, untuk
pendidikannya. Irma dan Budi sepakat untuk berbagi: di akhir pekan saatnya
Desya menghabiskan waktunya bersama sang ayah, setelah sepekan penuh
tinggal bersama ibunya.

Inilah akibat dari sebuah perpisahan. Namun, Irma dan Budi paham betul akan
konsekuensi perpisahan ini. Walau sudah tak berada dalam satu ikatan lagi,
namun mereka memikul tanggung jawab bersama, yakni kehidupan Desya. Tapi,
benarkah cinta Irma dan Budi terhenti hingga cukup sekian di sini?

Walau sudah bercerai, namun keduanya masih tetap berkomunikasi dengan baik.
Bahkan kini jauh lebih baik. Hubungan mereka seperti layaknya kakak dan
adik. Budi yang sejak awal mengetahui kepandaian dan kecerdasan Irma, malah
mendorong karir mantan istrinya yang pada awalnya ditentang. Sebaliknya,
Irma pun merasa termotivasi. Pesan dari Budi begitu menancap di kepalanya.

Rupanya inilah wujud cinta baru di antara mereka. Mereka memang sudah tidak
terikat pernikahan, namun cinta sejati yang semestinya tumbuh saat mereka
berkasih mesra, kini malah muncul. Mereka sadar dapat lebih saling
mencintai ketika mereka tidak berada dalam ikatan pernikahan.

Selama ini selalu dipersepsikan bahwa mencintai seseorang tak harus
memiliki. Justeru sebaliknya. Cinta pasti memiliki. Memiliki tidak berarti
bahwa Anda harus menikah dengan orang yang Anda cintai. Memiliki dalam arti
suatu pernikahan, itu hanyalah sekedar persoalan administratif belaka. Dan
bila cinta tidak sampai ke pernikahan, tak berarti cinta itu hilang.

Kalau Anda mencintai seseorang, maka sudah tentu Anda berusaha untuk
memberikan yang terbaik bagi dirinya. Tak ada kata tapi. Tak ada kata
seharusnya begini dan begitu. Utuh tanpa syarat. Makna yang lebih dalam,
bukan hanya materi dan perasaan semata, Anda pun harus memberikan kepadanya
kebebasan. Memberikan kepadanya untuk memilih pilihan-pilihan yang
dikehendakinya. Memberikan kepadanya kesempatan untuk berkembang sesuai
kehendak hati nuraninya.

Atau dengan kata lain, memberikan semua yang terbaik bagi orang yang
dicintainya dan menerima segala kekurangannya. Bila memberi yang kita
miliki, jangan harap kembali, karena bisa jadi hilang untuk selamanya.
Bunda Teresa pernah mengatakan, mencintai secara sejati adalah mencintai
hingga terluka. Sekali memberi diri, cinta harus tuntas tanpa kembali.
Karena setiap kali cinta diberikan, ada onggokan hati yang ikut tergali
dari pemberi cinta.

Mencintai seseorang memang harus sepenuh hati. Tetapi patut diingat, hal
itu tidak musti berlaku sebaliknya. Suatu anugerah bila cinta yang kita
berikan kepada orang lain, terjadi timbal balik dari orang yang juga
dicintai. Tetapi kenyataannya, tidaklah selalu demikian. Tapi sekali lagi,
bukan berarti bahwa cinta itu harus pergi.

Satu contoh cinta sejati yang tak perlu diperdebatkan lagi, adalah cinta
orangtua kepada anaknya. Orangtua manapun, pasti akan memberikan yang
terbaik bagi anaknya. Hal yang tak bisa ditawar-tawar lagi. Dibalik rasa
kekawatiran mereka terhadap sang anak, bagi orangtua yang bijak, mereka
tetap menyerahkan sepenuhnya kebebasan hidup bagi anaknya. Memberikan
kebebasan bagi sang anak untuk memilih pekerjaan yang cocok, karir yang
dijalankan, dan tentu saja pasangan hidup yang diinginkan. Orangtua tentu
tak akan mengekang keinginan-keinginan tersebut. Mengapa? Karena rasa
cintanya yang besar kepada sang anak. Cinta yang memiliki. Bahkan ketika
sang anak telah berumah tangga.

Cinta, pada akhirnya, memang hanya sebuah kata, tetapi beribu makna. Orang
yang memberikan cintanya secara utuh adalah mereka yang paling memahami
makna tersebut.

Sumber: Cinta Pasti Memiliki oleh Sonny Wibisono, penulis, tinggal di
Jakarta

Kamis, 23 Februari 2012

Kaya itu tidak selalu Uang

" Orang yang kaya itu bukanlah dengan banyaknya harta benda, tapi orang kaya adalah yang kaya jiwanya "

-HR.Muslim-

Mungkin dasar itu yang membuatku coba berpikir, buat apa sih mengejar materi berlebih. Mungkin pendapat orang berbeda-beda ! karena menurut sebagian orang, materi alias duit, alias uang seakan menjadi alat tukar yang begitu di dewakan. Tetapi berbeda denganku... kurasa yang namanya duit atau uang bisa menjadi dua mata pisau yang lambat laun bisa sangat membantu dan menjerumuskan kita.

Siapa sih yang ga butuh materi, duit, uang, dan harta ?

Semua orang pasti menginginkan duit, baik dari orang golongan pemulung (maaf) sampai seorang jutawan, pejabat, atau penguasa. Jika kita mau menilik sebentar 10 besar orang terkaya di Indonesia pastilah kita tercengang ?

Data tahun 2010 menyebutkan 10 besar orang terkaya sbb :
1. Budi Hartono (Djarum) 4,8 miliar dollar AS
2. Eka Tjipta Wijaya (Sinar Mas) 4 miliar dollar AS
3. Anthony Salim (Salim) 3,6 miliar dollar AS
4. Aburizal Bakrie (Bakrie) 3 miliar dollar AS
5. Martua Sitorus (Wilmar) 2,5 miliar dollar AS
6. Putra Sampoerna (Sampoerna Capital) 2,4 miliar dollar AS
7. Sukanto Tanato (Raja Garuda Mas) 1,8 miliar dollar AS
8. Dato Low Tuck Kwong (Bayan) 1,4 miliar dollar AS
9. Peter Sondakh (Rajawali) 1,3 miliar dollar AS
10. Eddy William Katuari (Wings) 1,3 miliar dollar AS

sedangkan tahun 2011, sbb :
1. R Budi & Michael Hartono 11 miliar dollar AS
2. Susilo Wonowidjojo 8 miliar dollar AS
3. Eka Tjipta Widjaja 6 miliar dollar AS
4. Martua Sitorus 3,2 miliar dollar AS
5. Anthoni Salim 3 miliar dollar AS
6. Sri Prakash Lohia 2,65 miliar dollar AS
7. Low Tuck Kwong 2,6 miliar dollar AS
8. Peter Sondakh 2,4 miliar dollar AS
9. Putra Sampoerna 2,3 miliar dollar AS
10. Aburizal Bakrie 2,1 miliar dollar AS

Lalu apa yang sebenarnya menjadi masalah ?
ya, masalahnya adalah bagaimana 10 orang tersebut bisa mengumpulkan materi sebanyak itu ?

Itu pertanyaan yang kadang terucap oleh sebagian besar masyarakat. Tapi tak ada salahnya coba aku telisik lebih jauh.

Analisis sederhana seperti ini, hampir sebagian besar orang-orang kaya tersebut memiliki bisnis yang bisa dibilang tidak fokus. Hampir sebagian besar sektor mereka coba tekuni. Baik bisnis rokok, makanan dan minuman, media, property, dan yang cukup menggiurkan adalah bisnis "tambang".

Berbicara masalah tambang, di Indonesis sendiri memiliki mineral apapun yang bisa dimanfaatkan dan sangat dibutuhkan dalam sebuah industri, baik itu minyak bumi, batubara, nikel, timah, emas, bauksit, dll. Bahkan konon kabarnya hasil tambang dari segala jenis yang ada di perut bumi pertiwi bisa dimanfaatkan hingga 100 tahun kedepan dengan nilai hampir 100juta dollar per tahun. Wau ? gile bener ini negara bisa kaya banget. Tapi kenapa justru sebaliknya ya ?

Kembali ke masalah orang kaya tadi, hampir sebagian besar daerah-daerah tambang itu dikuasai oleh asing yang justru manfaatnya sangat jauh dirasakan oleh negara sendiri. Bayangkan saja, Indistri tambang sebesar Freeport yang ada di Jayapura, Pemerintah hanya dapat royalty sebesar 1 persen #buajingan#. Ini negara apa kabupaten sih sebenarnya !! Belum 1 persen masih menjadi bulan-bulanan aparat tikus yang doyan duit...habis sudah deh tu duit 1 persen dan ga bakalan masuk ke kas negara :(

Pengusaha-pengusaha Indonesia-pun bila ditelisik lebih jauh, hanya menguasai tambang-tambang kecil yang itupun proses legalisasinya masih hitam abu-abu alias menjadi pergunjingan. Dari mulai perizinan tambang, sengketa dengan tanah adat, dan kongkalikong dengan pemerintah daerah. Belum lagi dampak yang muncul akibat penambangan tersebut bagi masyarakat sekitar yang kebanyakan sih merugikan. Dari kerusakan ekosistem, perubahan money oriented dari masyarakat sekitar tambang, hingga kerusakan hutan dan alam. Sungguh ironis memang :(

Padahal bila dilihat lebih mendalam, walaupun tambang-tambang kecil seperti itu. Namun hasilnya sangat mencengangkan. Asal kalian tahu saja, kekayaan orang-orang kaya Indonesia ini pun meningkat tajam dibandingkan dengan tahun lalu itu disebabkan harga komoditas, seperti hasil tambang batubara dan minyak sawit, yang semakin meroket.

Yang menjadi pertanyaanku lagi, orang kaya tersebut apa juga kaya jiwa ya ? entahlah...

buktinya masih ada sekolah rusak....
buktinya masih banyak anak-anak yang tidak bisa sekolah
buktinya masih banyak pemuda-pemuda di daerah yang menjadi pengangguran
buktinya masih banyak saudara-saudara kita yang masih sangat butuh uluran tangan
dan masih banyak lagi...

Apa susahnya orang-orang kaya tersebut bergabung menjadi satu, menyisihkan hartanya untuk membangun Indonesia yang lebih baik, masa depan negeri, anak-anak negeri

wahai orang kaya..dimana hati nuranimu ?

Aku anak Indonesia, selamanya Indonesia