Selasa, 06 Maret 2012

Poster Film Indonesia Hasil Jiplakan ? Semuanya-kah ?

Entah kebetulan atau memang sengaja, ternyata beberapa poster film yang ada di Indonesia yang selama ini beredar hampir sama dengan poster Film yang ada di luar negeri. Masak sih, coba lihat seksama di gambar deh. Lalu kasih komentar ya ;)



HOT CHICK vs NAMAKU DICK:



LOVE ACTUALLY vs LOVE:



THE SKELETON KEY vs KALA:



FREEDY VS JASON vs pocongkkkk VS KUNTILANAK:



MARRYING THE MAFIA vs GET MARRIED 2:



AZUL OSCURO CASI NEGRO vs PUTIH ABU-ABU DAN SEPATU KETS:



DRIVE ANGRY vs DEDEMIT GUNUNG KIDUL:



THE SLEEPING DICTIONARY vs LOVE IS CINTA:



HORORFEST 2007 vs HANTU PUNCAK DATANG BULAN:



PRIDE & PREJUDICE vs SELAMANYA:



BELUM CUKUP UMUR vs THE TIME TRAVELER'S WIFE:

Itu baru sedikit contoh lo, tentunya masih banyak juga, entah memang mirip atau sengaja jiplak. Entahlah, mungkin masih banyak lo. Ada tambahan ?

Sumber : Kaskus

Jumat, 24 Februari 2012

Ciri Perempuan Ideal dalam Budaya Jawa

"Selalu ada perempuan hebat, di samping laki-laki hebat..."

UNGKAPAN ini laiknya filosofi tentang perempuan menurut budaya Jawa.
"Estri", salah satu terminologi di Jawa untuk menyebut perempuan ini
berasal dari bahasa Kawi (estren), yang berarti panjurung atau pendorong.

Hampir sama denga kata "garwo", berdasarkan etimologi rakyat Jawa,
dipresepsikan sebagai "sigaraning nyowo" (belahan jiwa). Perempuan modern
mengartikan falsafah Jawa ini untuk menepis anggapan bahwa perempuan dalam
budaya Jawa bukan sekedar konco wingking atau pemandu sorak belaka.

Sering juga, istri disimbolkan sebagai "pedharingan" alias periuk. Dahulu,
periuk adalah tempat menyimpan beras atau menanak nasi. Ini diartikan
sebagai fungsi perempuan untuk menyimpan harta benda yang dicari suami,
kemudian mengolahnya untuk kelangsungan hidup keluarga.

Fungsi tersebut tak ubahnya sebagaimana seorang sutradara yang berperan di
belakang layar. Dimana seorang istri sangat berpengaruh dalam menentukan
keputusan rumah tangga. Lalu, seperti apa ciri perempuan ideal yang selalu
diharapkan oleh seorang laki-laki itu? Berikut ciri perempuan ideal yang
dikutip dari Serat Candraning Wanita.

1. Mrica Pecah - Butiran Merica yang Pecah

Perempuan dalam kategori ini adalah perempuan yang digambarkan sebagai
perempuan dengan badan yang ramping dan padat, dengan kulit putih dan
dengan payudara yang montok.

Sifat dari ciri utama perempuan ini adalah kemampuannya yang dengan mudah
dapat diterima di berbagai kalangan, tapi sangat rapat menyimpan rahasia.
Perempuan seperti ini dikatakan akan membawa kebahagiaan kepada pasangan
yang memiliki kedudukan yang tinggi, karena kemampuannya untuk mendampingi
suami dalam berbagai kesempatan sekaligus kemampuannya untuk dapat menutup
mulut dan menjaga kehormatan sang suami.

2. Surya Sumurup - Matahari Tenggelam

Bagikan semburat jingga di langit ketika mentari tenggelam, perempuan
seperti ini membawa keindahan dan menampilkan keindahan yang luar biasa.
Tidak hanya indah secara fisik, tapi juga dipercaya akan mampu menjadi
kebanggaan pasangan karena kesetiaan luar biasa yang dimilikinya.

Ciri fisik perempuan ini adalah bibirnya yang berwarna merah jambu, dengan
sorot mata yang agak kebiruan. Rambut di dahi digambarkan kuncup seperti
bunga turi, dan alis perempuan dalam tipe ini digambarkan memiliki alis
yang melengkung indah seperti bulan sabit. Bukan hanya secara fisik dan
kesetiaan, bahkan digambarkan, perempuan ini sanggup memberikan perlawanan
yang berarti dalam urusan pertarungan asmara.

3. Menjangan (atau Macan) Ketawan - Kijang (atau Harimau) Tertawan

Perempuan seperti ini digambarkan memiliki sifat yang siap dan akan selalu
memberikan perlawanan yang pas bagi pasangannya, sehingga sang pasangan
tidak akan pernah merasa bosan karena bersanding dengan perempuan seperti
ini bagaikan petualangan menyenangkan, dan selalu memberikan kejutan yang
menarik untuk di selami.

Secara fisik perempuan seperti ini memiliki gambaran wajah yang cerah
ceria, mata yang terbuka lebar dan terlihat bersemangat, kulit yang
bercahaya, memiliki sifat yang keras, tapi murah hati dan selalu menolong.
Fisik perempuan dalam kategori ini tergolong agak besar, walau tidak
berarti tegap. Perempuan yang masuk dalam kategori ini adalah perempuan
yang tidak mudah tergoda dan mampu memberikan kehangatan kepada pasangannya.

Seringkali seorang perempuan tidak memiliki satu ciri saja, terkadang
memiliki beberapa ciri campuran yang menyebabkan setiap perempuan menjadi
unik, cantik dan ideal dengan caranya sendiri. *****

Sumber: SMCN

Cemburu Itu Perlu

CEMBURU itu bumbu, meski kadang menyimpan rasa sakit bahkan dendam, namun
dengan kadar yang pas, cemburu dibutuhkan untuk mengetahui seberapa besar
cintanya pada Anda.

Rasa cemburu wajar hadir seiring perasaan cinta atau sayang terhadap
pasangan. Sebuah rasa takut kehilangan pasangan atau yang lebih parah
kehilangan cinta itu sendiri.

Anda hanya perlu mengontrol seberapa kuat bisa melawan perasaan itu. Rasa
cemburu yang dikelola dengan baik, justru bisa memunculkan perasaan hangat
yang teraliri dalam jiwa, bahkan hadirnya bisa menepis debat sengit yang
berpotensi menghancurkan hubungan.

Lalu, mengapa cemburu itu perlu? Munculnya rasa ini adalah tanda bahwa Anda
benar-benar peduli dengan pasangan. Sinyal tubuh mengirim respon, ada suatu
hal yang membahayakan dirinya.

Inilah bentuk dari perlindungan diri yang reflek terjadi. Rasa ini akan
berkembang menjadi hal yang baik, yang terdorong perasaan ingin melindungi
pasangan dari ancaman bahaya.

Jadi, apa yang harus dilakukan saat cemburu itu hadir? Jangan dulu
menyalahkan. Bijaknya, bertanyalah lebih dulu. Beri kesempatan ia
menjelaskan. Katakan bahwa tak pernah ada keinginan untuk memancing
pertengkaran, hanya niat untuk melindungi hubungan.

Ini dia, lima pertanyaan mengandung kadar bahaya

1. Apakah ia tertarik secara seksual pada wanita itu?

2. Apakah Anda menemukan pasangan berfantasi dengan wanita
lain?

3. Apakah ia merasa tertarik secara emosional dengan wanita
lain?

4. Apakah ia membuka diri dan berbagi informasi pribadi
dengan wanita lain?

5. Apakah sesuatu terjadi antara ia dan wanita lain yang
disembunyikan?

Melalui sejumlah pertanyaan itu, mainkan logika untuk menilai apakah rasa
cemburu itu sinyal serius atau hanya cemburu buta. Jika ternyata cemburu
itu tak beralasan, jangan malu untuk meminta maaf terlebih dulu.

Cinta Pasti Memiliki

�Jika Anda mencintai hingga terluka, tak akan ada yang terciderai. Yang
Anda temui adalah makin tulusnya cinta.�
-- Kata Bijak --

SEBUAH pesan singkat masuk di telepon seluler. Isinya: �Finally, sir. Kami
resmi berpisah. Plonk rasanya.� Si pengirim pesan singkat itu, Irma,
bekerja sebagai General Manager disatu kantor konsultan di Jakarta. Irma,
seorang perempuan yang hampir empat tahun menanti proses perceraiannya
usai. Namun entahlah apa yang terjadi sehingga proses itu berlarut-larut.
Hingga akhirnya, keputusan itu pun turun. Plonk rasanya, begitu katanya.

Mereka akhirnya memutuskan berpisah. Cerai. Alias dengan surat resmi yang
dicatat dalam sebuah akta, mungkin itu kata yang paling tepat. Pernikahan
yang telah dibina selama hampir sepuluh tahun itu tak bisa dipertahankan
lagi. Apa alasan yang membuat Budi dan Irma sepakat untuk tidak sepakat
lagi dalam membina biduk rumah tangganya?

Budi dan Irma bukannya tidak sadar akan keputusan yang mereka ambil.
Apalagi mereka masih mempunyai seorang putri yang masih lucu dan imut. Anak
semata wayang mereka yang masih berusia lima tahun, Desya. Mereka
sepenuhnya sadar, tanpa paksaan dari pihak mana pun untuk berpisah. Tekad
mereka sudah bulat, tidak lonjong lagi. Cerai bagi mereka merupakan pilihan
terbaik saat itu.

Perbedaan prinsiplah yang menyebabkan mereka akhirnya memutuskan untuk
bercerai. Kesibukan Irma yang luar biasa dalam pekerjaan ternyata tidak
disetujui oleh Budi, suaminya, yang bekerja di perusahaan kontraktor asing.
Sedangkan Irma tetap bersikukuh bahwa hal itu merupakan haknya dalam meniti
karir yang sedang dijalaninya. Bukankah sekarang zamannya keterbukaan dan
emansipasi, begitu pikir Irma. Bagi Budi, keluarga tetaplah nomor satu bagi
seorang ibu. Apa boleh buat, tak ada kata sepakat di sini. Walau bukan
berarti �no big deal�. Tak ada yang bisa mengalah satu sama lain. Selesai
sudah ikatan resmi tali cinta mereka. Satu kisah diresmikan di depan
penghulu sebelumnya. Kini, mereka berdua bukan siapa-siapa lagi.

Lantas setelah semua berlalu, apakah kisah berikutnya yang harus dilakoni
dua insan ini? Tentu ada konsekuensi yang harus mereka jalani. Nah, siapa
lagi kalau bukan Desya, putri semata wayang mereka. Ikatan resmi tali cinta
bolehlah selesai. Namun perjalanan hidup buah kisah kasih mereka tak boleh
terhenti di tengah jalan. Desya tetap membutuhkan kasih sayang dari kedua
orang tuanya. Ia juga membutuhkan biaya untuk hidup, dan tentu saja, untuk
pendidikannya. Irma dan Budi sepakat untuk berbagi: di akhir pekan saatnya
Desya menghabiskan waktunya bersama sang ayah, setelah sepekan penuh
tinggal bersama ibunya.

Inilah akibat dari sebuah perpisahan. Namun, Irma dan Budi paham betul akan
konsekuensi perpisahan ini. Walau sudah tak berada dalam satu ikatan lagi,
namun mereka memikul tanggung jawab bersama, yakni kehidupan Desya. Tapi,
benarkah cinta Irma dan Budi terhenti hingga cukup sekian di sini?

Walau sudah bercerai, namun keduanya masih tetap berkomunikasi dengan baik.
Bahkan kini jauh lebih baik. Hubungan mereka seperti layaknya kakak dan
adik. Budi yang sejak awal mengetahui kepandaian dan kecerdasan Irma, malah
mendorong karir mantan istrinya yang pada awalnya ditentang. Sebaliknya,
Irma pun merasa termotivasi. Pesan dari Budi begitu menancap di kepalanya.

Rupanya inilah wujud cinta baru di antara mereka. Mereka memang sudah tidak
terikat pernikahan, namun cinta sejati yang semestinya tumbuh saat mereka
berkasih mesra, kini malah muncul. Mereka sadar dapat lebih saling
mencintai ketika mereka tidak berada dalam ikatan pernikahan.

Selama ini selalu dipersepsikan bahwa mencintai seseorang tak harus
memiliki. Justeru sebaliknya. Cinta pasti memiliki. Memiliki tidak berarti
bahwa Anda harus menikah dengan orang yang Anda cintai. Memiliki dalam arti
suatu pernikahan, itu hanyalah sekedar persoalan administratif belaka. Dan
bila cinta tidak sampai ke pernikahan, tak berarti cinta itu hilang.

Kalau Anda mencintai seseorang, maka sudah tentu Anda berusaha untuk
memberikan yang terbaik bagi dirinya. Tak ada kata tapi. Tak ada kata
seharusnya begini dan begitu. Utuh tanpa syarat. Makna yang lebih dalam,
bukan hanya materi dan perasaan semata, Anda pun harus memberikan kepadanya
kebebasan. Memberikan kepadanya untuk memilih pilihan-pilihan yang
dikehendakinya. Memberikan kepadanya kesempatan untuk berkembang sesuai
kehendak hati nuraninya.

Atau dengan kata lain, memberikan semua yang terbaik bagi orang yang
dicintainya dan menerima segala kekurangannya. Bila memberi yang kita
miliki, jangan harap kembali, karena bisa jadi hilang untuk selamanya.
Bunda Teresa pernah mengatakan, mencintai secara sejati adalah mencintai
hingga terluka. Sekali memberi diri, cinta harus tuntas tanpa kembali.
Karena setiap kali cinta diberikan, ada onggokan hati yang ikut tergali
dari pemberi cinta.

Mencintai seseorang memang harus sepenuh hati. Tetapi patut diingat, hal
itu tidak musti berlaku sebaliknya. Suatu anugerah bila cinta yang kita
berikan kepada orang lain, terjadi timbal balik dari orang yang juga
dicintai. Tetapi kenyataannya, tidaklah selalu demikian. Tapi sekali lagi,
bukan berarti bahwa cinta itu harus pergi.

Satu contoh cinta sejati yang tak perlu diperdebatkan lagi, adalah cinta
orangtua kepada anaknya. Orangtua manapun, pasti akan memberikan yang
terbaik bagi anaknya. Hal yang tak bisa ditawar-tawar lagi. Dibalik rasa
kekawatiran mereka terhadap sang anak, bagi orangtua yang bijak, mereka
tetap menyerahkan sepenuhnya kebebasan hidup bagi anaknya. Memberikan
kebebasan bagi sang anak untuk memilih pekerjaan yang cocok, karir yang
dijalankan, dan tentu saja pasangan hidup yang diinginkan. Orangtua tentu
tak akan mengekang keinginan-keinginan tersebut. Mengapa? Karena rasa
cintanya yang besar kepada sang anak. Cinta yang memiliki. Bahkan ketika
sang anak telah berumah tangga.

Cinta, pada akhirnya, memang hanya sebuah kata, tetapi beribu makna. Orang
yang memberikan cintanya secara utuh adalah mereka yang paling memahami
makna tersebut.

Sumber: Cinta Pasti Memiliki oleh Sonny Wibisono, penulis, tinggal di
Jakarta

Kamis, 23 Februari 2012

Kaya itu tidak selalu Uang

" Orang yang kaya itu bukanlah dengan banyaknya harta benda, tapi orang kaya adalah yang kaya jiwanya "

-HR.Muslim-

Mungkin dasar itu yang membuatku coba berpikir, buat apa sih mengejar materi berlebih. Mungkin pendapat orang berbeda-beda ! karena menurut sebagian orang, materi alias duit, alias uang seakan menjadi alat tukar yang begitu di dewakan. Tetapi berbeda denganku... kurasa yang namanya duit atau uang bisa menjadi dua mata pisau yang lambat laun bisa sangat membantu dan menjerumuskan kita.

Siapa sih yang ga butuh materi, duit, uang, dan harta ?

Semua orang pasti menginginkan duit, baik dari orang golongan pemulung (maaf) sampai seorang jutawan, pejabat, atau penguasa. Jika kita mau menilik sebentar 10 besar orang terkaya di Indonesia pastilah kita tercengang ?

Data tahun 2010 menyebutkan 10 besar orang terkaya sbb :
1. Budi Hartono (Djarum) 4,8 miliar dollar AS
2. Eka Tjipta Wijaya (Sinar Mas) 4 miliar dollar AS
3. Anthony Salim (Salim) 3,6 miliar dollar AS
4. Aburizal Bakrie (Bakrie) 3 miliar dollar AS
5. Martua Sitorus (Wilmar) 2,5 miliar dollar AS
6. Putra Sampoerna (Sampoerna Capital) 2,4 miliar dollar AS
7. Sukanto Tanato (Raja Garuda Mas) 1,8 miliar dollar AS
8. Dato Low Tuck Kwong (Bayan) 1,4 miliar dollar AS
9. Peter Sondakh (Rajawali) 1,3 miliar dollar AS
10. Eddy William Katuari (Wings) 1,3 miliar dollar AS

sedangkan tahun 2011, sbb :
1. R Budi & Michael Hartono 11 miliar dollar AS
2. Susilo Wonowidjojo 8 miliar dollar AS
3. Eka Tjipta Widjaja 6 miliar dollar AS
4. Martua Sitorus 3,2 miliar dollar AS
5. Anthoni Salim 3 miliar dollar AS
6. Sri Prakash Lohia 2,65 miliar dollar AS
7. Low Tuck Kwong 2,6 miliar dollar AS
8. Peter Sondakh 2,4 miliar dollar AS
9. Putra Sampoerna 2,3 miliar dollar AS
10. Aburizal Bakrie 2,1 miliar dollar AS

Lalu apa yang sebenarnya menjadi masalah ?
ya, masalahnya adalah bagaimana 10 orang tersebut bisa mengumpulkan materi sebanyak itu ?

Itu pertanyaan yang kadang terucap oleh sebagian besar masyarakat. Tapi tak ada salahnya coba aku telisik lebih jauh.

Analisis sederhana seperti ini, hampir sebagian besar orang-orang kaya tersebut memiliki bisnis yang bisa dibilang tidak fokus. Hampir sebagian besar sektor mereka coba tekuni. Baik bisnis rokok, makanan dan minuman, media, property, dan yang cukup menggiurkan adalah bisnis "tambang".

Berbicara masalah tambang, di Indonesis sendiri memiliki mineral apapun yang bisa dimanfaatkan dan sangat dibutuhkan dalam sebuah industri, baik itu minyak bumi, batubara, nikel, timah, emas, bauksit, dll. Bahkan konon kabarnya hasil tambang dari segala jenis yang ada di perut bumi pertiwi bisa dimanfaatkan hingga 100 tahun kedepan dengan nilai hampir 100juta dollar per tahun. Wau ? gile bener ini negara bisa kaya banget. Tapi kenapa justru sebaliknya ya ?

Kembali ke masalah orang kaya tadi, hampir sebagian besar daerah-daerah tambang itu dikuasai oleh asing yang justru manfaatnya sangat jauh dirasakan oleh negara sendiri. Bayangkan saja, Indistri tambang sebesar Freeport yang ada di Jayapura, Pemerintah hanya dapat royalty sebesar 1 persen #buajingan#. Ini negara apa kabupaten sih sebenarnya !! Belum 1 persen masih menjadi bulan-bulanan aparat tikus yang doyan duit...habis sudah deh tu duit 1 persen dan ga bakalan masuk ke kas negara :(

Pengusaha-pengusaha Indonesia-pun bila ditelisik lebih jauh, hanya menguasai tambang-tambang kecil yang itupun proses legalisasinya masih hitam abu-abu alias menjadi pergunjingan. Dari mulai perizinan tambang, sengketa dengan tanah adat, dan kongkalikong dengan pemerintah daerah. Belum lagi dampak yang muncul akibat penambangan tersebut bagi masyarakat sekitar yang kebanyakan sih merugikan. Dari kerusakan ekosistem, perubahan money oriented dari masyarakat sekitar tambang, hingga kerusakan hutan dan alam. Sungguh ironis memang :(

Padahal bila dilihat lebih mendalam, walaupun tambang-tambang kecil seperti itu. Namun hasilnya sangat mencengangkan. Asal kalian tahu saja, kekayaan orang-orang kaya Indonesia ini pun meningkat tajam dibandingkan dengan tahun lalu itu disebabkan harga komoditas, seperti hasil tambang batubara dan minyak sawit, yang semakin meroket.

Yang menjadi pertanyaanku lagi, orang kaya tersebut apa juga kaya jiwa ya ? entahlah...

buktinya masih ada sekolah rusak....
buktinya masih banyak anak-anak yang tidak bisa sekolah
buktinya masih banyak pemuda-pemuda di daerah yang menjadi pengangguran
buktinya masih banyak saudara-saudara kita yang masih sangat butuh uluran tangan
dan masih banyak lagi...

Apa susahnya orang-orang kaya tersebut bergabung menjadi satu, menyisihkan hartanya untuk membangun Indonesia yang lebih baik, masa depan negeri, anak-anak negeri

wahai orang kaya..dimana hati nuranimu ?

Aku anak Indonesia, selamanya Indonesia

Jumat, 13 Januari 2012

Ketamakan Milik Siapa

Oleh: Sonny Wibisono *

�Aku rasa hidup tanpa jiwa, orang yang miskin ataupun kaya sama ganasnya
terhadap harta.�
-- Kantata Takwa dalam �Nocturno�

NAMANYA Gayus. Umurnya 30 tahun. Namanya beken saat ini. Dia menjadi salah
satu aktor dari penggelapan pajak yang merugikan negara hingga belasan
miliar rupiah. Gayus, pegawai Kantor Pajak, bermain tak sendiri. Ia bagian
dari sindikat, yang melibatkan para aparat hukum. Padahal dari kabar di
media, kita tahu gaji Gayus tidaklah kecil. Untuk golongan IIIA, ia
mengantongi sedikitnya 12,1 juta per bulan. Itu sudah termasuk gaji pokok,
ditambah tunjangan sana-sini. Tak hanya itu, istrinya juga bukan orang
rumahan.

Namanya Tourre. Umurnya tak jauh dari Gayus, 31 tahun. Jabatan mentereng di
usia muda disandangnya: Vice President Goldman Sachs. Satu perusahaan
perbankan paling beruntung sepanjang sejarah Wall Street. Tourre
ditenggarai otak dibelakang diterbitkannya CDO (collaterlized debt
obligation) yang menggunakan aset-aset kredit berbau credit suprime sebagai
aset dasarnya. Pada 16 April lalu, Goldman Sachs dan Tourre dituding oleh
pengawas pasar modal AS, Securities and Exchange Commission (SEC) telah
melakukan penipuan. Investor, menurut SEC, diperkirakan telah dirugikan
sebesar US$ 1 miliar. Goldman dituduh mengelabui investor dan tidak
memberikan informasi yang benar kepada para investornya.

Gayus dan Tourre. Sama-sama muda dan terkenal. Sama-sama dituduh curang dan
serakah. Bedanya, Gayus terbukti bersalah dan telah ditetapkan sebagai
tersangka. Ia jelas mengkorupsi uang negara. Tourre masih perlu dibuktikan.
Tapi semua tudingan dan kesalahan telah diarahkan ke perusahaan dan
dirinya.

Gayus tidak dipanggil DPR, penegak hukumlah yang mengusutnya. Tourre belum,
ia harus menjelaskannya di depan Senat. Ketamakanlah yang membawa Gayus
(dan mungkin Tourre) pada petualangan yang mengantarkannya pada persoalan
hukum. Tidak saja Gayus (dan Tourre) yang merugi, namun rentetan orang
dekatnya, termasuk anak, istri, dan keluarga besarnya ikut tercoreng malu.
Bahkan lembaga yang menaungi mereka terkena getahnya.

Perkara korupsi boleh dibilang semuanya disulut oleh ketamakan. Hal itu
yang mendorong pelakunya untuk menambah kekayaannya apa dan bagaimanapun
caranya. Membeli mobil terbaru dengan menilap uang negara. Padahal dari
kantor sudah tersedia fasilitas serupa, misalnya. Pun demikian dengan
tempat tinggal. Sejatinya dengan menempati rumah yang layak, tak perlu
bagus pun, manusia bisa hidup dengan nyaman. Namun nyatanya, lagi-lagi,
ketamakan mendorongnya pergi jauh hingga pada sebuah ketidaksadaran telah
melakukan berbagai kesalahan.

Tamak dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, berarti serakah, rakus. Sudah
banyak cerita tentang kerakusan manusia. Kharun, kisah dari negeri padang
pasir misalnya. Karena rakus dan kikirnya, dia dan seluruh hartanya
tenggelam. Itu sebabnya, temuan harta di lautan atau di mana saja sering
kita sebut sebagai harta karun.

Ada juga legenda lokal. Kita mengenal Pak Bagendit yang kaya raya. Namun
kikirnya gak ketulungan. Dia pelit. Terhadap orang miskin sekalipun.
Ketamakannya menjadi visi hidupnya. Harta menjadi panglima hidupnya. Hingga
akhirnya, seorang miskin yang sakit hati, menancapkan tongkat di rumahnya.
Dari situ muncul air, yang kemudian menggenangi rumah dan kampungnya. Tanah
itulah kemudian dikenal sebagai Situ Bagendit.

Inilah bahaya Pleonexia, tamak yang berlebihan. Tapi benarkah ketamakan
hanya milik orang mampu saja? Don McClanen bahkan menganggap kondisi yang
disebut Pleonexia telah menguasai Amerika. Katanya, �Pleonexia is an
insatiable need for more of what I already have, and it has penetrated our
culture to the point where people are angry at the poor.�

Nyatanya memang, ketamakan tak melihat status sosial. Di stasiun kereta
beberapa hari silam, seorang supir angkutan kota tetap memanggil penumpang
untuk naik ke mobilnya. Padahal di dalamnya boleh dikata sudah terisi penuh
oleh penumpang. Kalaupun dipaksa, malah membuat tidak nyaman penumpang
lainnya. Penumpang yang sudah sesak dan kepanasan memintanya untuk segera
berangkat. Namun dengan ketus, sang sopir menjawab, �ah, masih ada satu
lagi.�

Terdengar pelan sumpah serapah dari beberapa penumpang. Setengah berteriak,
satu orang berujar bernada memprovokasi, �Kelamaan, kita keluar aja cari
yang lain!� Mendengar ajakan tersebut, tanpa dikomando lagi, sontak para
penumpang yang telanjur sudah lama menunggu berhamburan meninggalkan angkot
itu. Hasilnya, angkot itu kosong melompong. Tinggal si supir yang melongo.

Andai saja dia mau jalan, sudah tentu rezeki menjadi miliknya. Rezeki yang
halal untuk anak dan istrinya di rumah. Sedikit rezeki teramat berarti bagi
kelangsungan keluarganya. Namun apa daya, ternyata ketamakan membuat dia
membuang rezeki di depan mata. Ini ibarat peribahasa lama, �mengharap hujan
dari langit, air di tempayan dibuang.�

Ketamakan pada akhirnya hanya menjadi panglima yang membimbing pada
ketiadaan. Nafsu besar mengumpulkan harta lebih baik ditinggalkan. Sekecil
apapun, bersyukurlah terhadap rezeki yang diperoleh. Dan cukup pula untuk
berbagi dengan sesama yang kekurangan. Bukan begitu, kawan?

*) Sonny Wibisono, penulis buku 'Message of Monday', PT Elex Media
Komputindo, 2009

Minggu, 30 Oktober 2011

Bahagia Menjadi Guru

"Happiness comes of the capacity to feel deeply, to enjoy simply, to
think freely, to risk life, to be needed. � Kebahagiaan berasal dari
kapasitas untuk merasakan, menikmati, berpikir bebas, menghadapi
resiko hidup, dan menjadi dibutuhkan."
Storm Jameson.

Kebahagiaan adalah ide yang sangat abstrak dan bersifat sangat
subyektif. Kebahagiaan dapat terkait dengan tercapainya suatu
keinginan atau kebutuhan kita. Tetapi kebahagiaan seorang guru
menurut saya sangat terkait dengan tanggung jawabnya mendidik dan
mengajarkan nilai-nilai penting dan inspiratif terhadap para
siswanya. Ketika seorang guru dapat melakukan beberapa hal berikut
ini kemungkinan besar ia dapat memiliki semua sumber kebahagiaan
bahkan lebih dari semua yang dipaparkan oleh Storm Jameson tersebut.

Seorang guru bahagia karena ia mencintai profesi sebagai pendidik.
Ia mendapatkan kepuasan tersendiri ketika dapat mendidik para murid,
walaupun mungkin kehidupan pribadi mereka sederhana dan jauh dari
kemewahan. Seorang guru akan jauh lebih bahagia, jika apa yang telah
mereka lakukan tak hanya membuat para murid pintar melainkan
menginspirasi bahkan menggerakkan para murid untuk mengubah diri
mereka menjadi lebih baik.

Mencintai proses pembelajaran dengan memperluas wawasan ilmu
pengetahuan melalui berbagai macam buku, seminar, kaset, radio dan
lain sebagainya adalah sumber kebahagiaan seorang guru. Karena
tanggung jawab seorang guru bukanlah sekedar menjelaskan subyek atau
materi pelajaran, melainkan memberikan contoh sikap bahwa kemauan
untuk terus belajar dapat meningkatkan kreatifitas dan memaksimalkan
potensi diri. Seorang guru akan semakin bahagia jika mampu
menginspirasi para siswa belajar lebih giat.

Rasa syukur yang besar terhadap Tuhan YME mendatangkan keindahan dan
kebahagiaan. Rasa syukur membuat guru lebih bahagia, karena rasa
syukur itu membuatnya dapat menjelaskan ilmu pengetahuan kepada para
muridnya dengan bahasa yang positif pula. Ia akan lebih bahagia jika
sikap yang positif serta ilmu pengetahuan yang ia sampaikan
menginspirasi para muridnya untuk lebih kreatif dan positif dalam
menggunakan ilmu pengetahuan tersebut.

Seorang guru akan bahagia jika tidak membebani hidupnya dengan
orientasi mendapatkan imbalan. Ia bahagia karena tidak pernah
mengharap balas jasa dari murid atas semua yang diberikannya. Ia
sudah cukup senang dapat mengabdikan diri untuk membentuk para tunas
bangsa menjadi sumber daya manusia yang berkualitas.

Guru akan bahagia jika berhasil membangkitkan semangat para murid
yang nyaris terpuruk karena kehilangan jati diri. Untuk semua itu ia
akan rela melakukan apapun, walaupun harus menghadapi banyak
kesulitan. Mendampingi dan membentuk anak-anak didik menjadi tegar
dan optimis, baginya jauh lebih menyenangkan dibandingkan apapun
juga.

Seorang guru bahagia, jika ia menjadi diri sendiri dan tidak
membandingkan dengan orang lain. Ia bebas berekspresi sebagai diri
sendiri dalam menyampaikan ilmu pengetahuan agar terserap dan
bermanfaat bagi anak didiknya. Ia akan berbahagia jika etika yang ia
tunjukkan itu dapat menumbuhkan keberanian para murid untuk
menjalani kehidupan dengan jujur dan menghargai diri sendiri.

Guru bahagia karena ia mencintai murid-muridnya, bagaimanapun
keadaan mereka. Ia menikmati saat bersama-sama berjuang melawan
keterbatasan diri dengan ilmu pengetahuan dan budi pekerti.
Sebagaimana M. Scott Peck mengatakan, "When we love something it is
of value to us, and when something is of value to us we spend time
with it, time enjoying it and time taking care of it. � Ketika kita
mencintai sesuatu maka itu akan berarti bagi kita. Ketika sesuatu
berarti bagi kita, maka kita akan senang menghabiskan waktu
untuknya, menikmatinya, dan memeliharanya".

Guru yang bahagia adalah guru yang terus memperkaya ilmu
pengetahuannya. Dengan demikian ia dapat mengkreasikan metode
mengajar, sehingga para murid dapat dengan mudah menyerap ilmu
pengetahuan yang ia sampaikan. Semakin luas ilmu yang ia miliki,
semakin mudah baginya mengubah kesulitan hidup menjadi anugrah yang
membahagiakan.

Seorang guru bahagia, karena kehidupannya berjalan seimbang.
Keseimbangan tersebut dikarenakan ia mampu memanajemen waktu. Ia
dapat menggunakan waktu secara efektif dan proprosional untuk diri
sendiri, keluarga, profesi, kegiatan sosial, belajar dan beribadah.
Sumber kebahagiaan seorang guru berasal dari dalam dirinya sendiri.
Ia bahagia ketika mampu menginspirasikan harapan, kebahagiaan,
kekuatan sekaligus nilai-nilai moralitas kepada generasi masa depan.
Ia akan lebih bahagia jika para anak didik itu mampu melakukan hal
serupa dengan dirinya.

Note : Artikel ini adalah inti pembicaraan di Seminar
Pendidikan "Menjadi Guru Yang Menyenangkan, Inovatif dan Kreatif."
(Anjuran Yayasan Pendidikan Sinar Dharma)

Sumber: Bahagia Menjadi Guru oleh Andrew Ho, seorang pengusaha,
motivator, dan penulis buku-buku best seller.