Bukannya saya membicarakan seseorang, tapi praktis hal ini pastinya terjadi pada kita di kehidupan sehari-hari. Bagi Anda yang belum memiliki pasangan atau mungkin dalam tahap memilah dan memilih pastinya akan merasa.
Ya mencari pasangan hidup ? ibarat mencari jarum dalam sekam. Saat kita cari susahnya minta ampun, tapi giliran nggak kita cari eee malah kita injak alias datang sendiri.
Sebut saja Hari, sudah 5 tahun terakhir belum juga menemukan pujaan hati yang bisa diajak ke jenjang yg lebih serius. Tercatat 5 kali dia mengalami kegagalan dalam menjalin hubungan. Kelima-nya gagal bukan karena ketidak serusan dia dalam menjaga hubungan. tapi lebih karena faktor lain, sungguh ironis memang. Tapi mau bagaimana lagi, namanya belum jodoh mau diapain lagi ?.
Dari pengalaman Hari itu bisa kita simpulkan. Ada kalanya kita harus memilih walaupun itu sulit, jangan lihat terlalu jauh. Lihatlah yang terdekat, tentunya dengan segala pertimbangan yang matang, baik buruk, dan lain sebagainya. Jangan sampai kita kelamaan memilih justru pilihan itu lari dari hadapan kita. Karena memilih lebih sulit dipilih
Vote your way, now
Salam,-
Astianwardhana
Rabu, 01 Juni 2011
Jumat, 15 April 2011
Jangan Traktir Gebetan Anda
Jakarta (ANTARA News) - Ingin si gebetan akhirnya jatuh cinta pada Anda? Ini dia kiatnya: jangan pernah berkorban untuk dia, baik itu dari sekedar antar, jemput, atau pun mentraktir makan malam.
"Ketika Anda masih mendekati gebetan Anda jangan dulu berkorban dengan misalnya mentraktirnya makan agar gebetan Anda merasa dihargai, merasa tidak seperti wanita bayaran," kata Lex dePraxis, pendiri Hitman System, sebuah lembaga konsultasi dan pelatihan percintaan khusus pria, dalam seminar bertema 'Revolusi Cinta' di Jakarta, Sabtu malam.
"Biar wanita merasa kemandiriannya dihargai," ucap salah pangajar di Hitman System, lembaga yang didirikannya pada tahun 2006 itu.
Ketika si dia telah menjadi pasangan Anda, traktiran dan antarjemput boleh Anda lakukan kepada pasangan sebagai bentuk komitmen, Lex menambahkan.
Kiat lain ketika ingin mulai bercinta, menurut salah satu pengajar di pusat pelatihan yang kini telah memiliki ribuan alumni, adalah jangan membiarkan si dia berhenti memikirkan Anda.
"Buat dia berpikir tentang Anda," kata Lex, menegaskan kata 'berpikir'.
Berpikir, menurutnya, bukan hanya sekedar mengingat tetapi lebih kepada penasaran dengan tingkah laku, perkataan, dan bahkan hanya dari senyuman Anda.
"Jangan biarkan gebetan Anda menebak apa yang akan Anda lakukan," ia menambahkan.
Karenanya, ia menyimpulkan, cinta sebenarnya bisa dikontrol dan dipelajari dengan metode keilmuan.
(Ber)
"Ketika Anda masih mendekati gebetan Anda jangan dulu berkorban dengan misalnya mentraktirnya makan agar gebetan Anda merasa dihargai, merasa tidak seperti wanita bayaran," kata Lex dePraxis, pendiri Hitman System, sebuah lembaga konsultasi dan pelatihan percintaan khusus pria, dalam seminar bertema 'Revolusi Cinta' di Jakarta, Sabtu malam.
"Biar wanita merasa kemandiriannya dihargai," ucap salah pangajar di Hitman System, lembaga yang didirikannya pada tahun 2006 itu.
Ketika si dia telah menjadi pasangan Anda, traktiran dan antarjemput boleh Anda lakukan kepada pasangan sebagai bentuk komitmen, Lex menambahkan.
Kiat lain ketika ingin mulai bercinta, menurut salah satu pengajar di pusat pelatihan yang kini telah memiliki ribuan alumni, adalah jangan membiarkan si dia berhenti memikirkan Anda.
"Buat dia berpikir tentang Anda," kata Lex, menegaskan kata 'berpikir'.
Berpikir, menurutnya, bukan hanya sekedar mengingat tetapi lebih kepada penasaran dengan tingkah laku, perkataan, dan bahkan hanya dari senyuman Anda.
"Jangan biarkan gebetan Anda menebak apa yang akan Anda lakukan," ia menambahkan.
Karenanya, ia menyimpulkan, cinta sebenarnya bisa dikontrol dan dipelajari dengan metode keilmuan.
(Ber)
Wortel Penahan Lapar
London (ANTARA News) - Siapa yang tak kenal wortel. Banyak orang mengenalnya sebagai sayuran yang memiliki banyak manfaat unutk kesehatan mata. Tetapi banyak orang juga belum mengetahui ternyata wortel juga bermanfaat guna menmbantu orang menurunkan berat badan.
Hal itu disebabkan karena wortel mampu mencegah rasa lapar, yang tentunya membantu program diet yang anda lakukan.
Menurut Mayoclinic seperti dikutip dari laman medicmagic, wortel sangat menyehatkan karena mengandung serat yang tinggi, vitamin, mineral dan nutrisi penting lainnya. Dalam semangkuk potongan wortel mentah terkandung 50 kalori,1 gram protein,12 gram karbohidrat,3.5 gram serat dan tidak mengandung lemak dan kolesterol.
Dari kandungan wortel, Anda dapat mengetahui bagaimana sayuran ini sangat baik digunakan untuk mendukung penurunan berat badan, karena wortel memiliki kalori yang rendah tetapi memiliki kandungan serat yang tinggi dan mengandung banyak air.
Tingginya kandungan serat dan air juga membantu seseorang merasa kenyang sehingga hal itu bisa menahan lapar lebih lama, dan mencegah orang memakan makanan ringan.
Wortel juga memiliki sebuah komponen yang berguna dalam mengurangi resiko yang berhubungan dengan kelebihan berat badan dan obesitas.
Meskipun wortel bukanlah penyebab utama turunnya berat badan, tetapi sayuran ini dapat memainkan peran dalam mendukung kesuksesan penurunan berat badan. Dengan memakan wortel secara konsisten maka seseorang akan mengonsumsi sedikit kalori ketimbang membakarnya.
Para peneliti di Universitas St Andrews of Bristol menunjukan bahwa wanita dan pria yang yang rajin makan sayur dan buah-buahan yang memiliki warna yang kuat seperti wortel dan plum, memiliki kulit kuning bercahaya yang dianggap sangat menarik dan sehat.
Vitamin A dalam wortel tak hanya bermanfaat untuk mata tetapi juga bermanfaat sebagai anti kanker. Dalam sel kanker zat ini bisa menghambat pertumbuhan dan penyebarannya di jaringan payudara.
(*)
Sumber: Antaranews.com
Hal itu disebabkan karena wortel mampu mencegah rasa lapar, yang tentunya membantu program diet yang anda lakukan.
Menurut Mayoclinic seperti dikutip dari laman medicmagic, wortel sangat menyehatkan karena mengandung serat yang tinggi, vitamin, mineral dan nutrisi penting lainnya. Dalam semangkuk potongan wortel mentah terkandung 50 kalori,1 gram protein,12 gram karbohidrat,3.5 gram serat dan tidak mengandung lemak dan kolesterol.
Dari kandungan wortel, Anda dapat mengetahui bagaimana sayuran ini sangat baik digunakan untuk mendukung penurunan berat badan, karena wortel memiliki kalori yang rendah tetapi memiliki kandungan serat yang tinggi dan mengandung banyak air.
Tingginya kandungan serat dan air juga membantu seseorang merasa kenyang sehingga hal itu bisa menahan lapar lebih lama, dan mencegah orang memakan makanan ringan.
Wortel juga memiliki sebuah komponen yang berguna dalam mengurangi resiko yang berhubungan dengan kelebihan berat badan dan obesitas.
Meskipun wortel bukanlah penyebab utama turunnya berat badan, tetapi sayuran ini dapat memainkan peran dalam mendukung kesuksesan penurunan berat badan. Dengan memakan wortel secara konsisten maka seseorang akan mengonsumsi sedikit kalori ketimbang membakarnya.
Para peneliti di Universitas St Andrews of Bristol menunjukan bahwa wanita dan pria yang yang rajin makan sayur dan buah-buahan yang memiliki warna yang kuat seperti wortel dan plum, memiliki kulit kuning bercahaya yang dianggap sangat menarik dan sehat.
Vitamin A dalam wortel tak hanya bermanfaat untuk mata tetapi juga bermanfaat sebagai anti kanker. Dalam sel kanker zat ini bisa menghambat pertumbuhan dan penyebarannya di jaringan payudara.
(*)
Sumber: Antaranews.com
Mitos Minuman Kesehatan
London (ANTARA News) - Perusahaan raksasa minuman dunia Coca Cola terhempas dari daftar tahunan 10 merk ternama di dunia untuk kali pertama. Perusahaan itu berada di peringkat 16, karena konsumen kini lebih memilih minuman kesehatan ketimbang minuman bersoda.
Kenyataan itu menunjukan bahwa telah terjadi pergeseran kebiasaan memilih minuman di kalangan masyarakat selama dua dekade terakhir, dari minuman bersoda menjadi minuman kesehatan.
Di tingkat global, konsumsi air kemasan mengalami peningkatan sampai empat kali lipat antara tahun 1999 dan 2005. Di Inggris, industri itu mencatat jumlah angka penjualan mencapai dua milyar poundsterling, sebagaimana dikutip dari laman The Guardian.
Akhir-akhir ini banyak ditemukan dan dijual air minum bervitamin plus mineral, air dengan tambahan elektrolit yang dapat mendongkrak energi dan memantik relaksasi. Volume penjualan Coca Cola terusik. Padahal, perusahaan minuman global itu telah berpengalaman selama kurang lebih 115 tahun.
Pilih minuman kesehatan atau limun atau cola? Sebotol Coca Cola 500 mililiter mengandung 35 gram gula. "Informasi gizi jelas tertera di semua label minuman," kata manajer pemasaran sebuah perusahaan minuman di Inggris. Ada juga minuman yang tidak mengandung bahan pengawet dan konsentrat buah-buahan.
Konsumen dapat saja diperdaya lantaran diiming-imingi pencantuman kata air minum "bervitamin" atau "bercita rasa buah-buahan" bahkan "bebas dari bahan pengawet". Tentunya ini terpulang kepada persepsi masing-masing konsumen.
Pada Januari, Badan Standarisasi Perikalanan Inggris menyatakan sebuah iklan air bervitamin dan bergizi (Vitaminwater) kedapatan menyesatkan konsumen. Ini termasuk minuman yang disebut-sebut telah ditambahi vitamin C, padahal minuman berkalori itu nyatanya setara dengan lima sendok teh gula.
Minuman yang disebut-sebut berkhasiat dapat menghilangkan stres, nyatanya setelah melalui penelitian, mengandung L-theanine, jenis asam amino yang ditemukan dalam teh hijau.
Selain itu ada phosphatidylserine, yang dapat membantu untuk mempertahankan dan meningkatkan kebugaran tubuh. Ada juga kandungan vitamin D3 yang membantu pertumbuhan tulang.
"Untuk klaim minuman kesehatan harus sesuai dengan standar lembaga kesehatan Uni Eropa. Banyak minuman bervitamin belum memperoleh sertifikat produk," kata ketua British Nutrition Foundation, Bridget Benelan.
"Jika Anda mengkonsumsi minuman kesehatan dalam jumlah besar, maka saatnya Anda mulai khawatir," katanya. "Jika Anda ingin minum, biasanya karena Anda haus, bukan karena Anda memerlukan energi - dan itu tidak berarti bahwa nanti Anda tidak lagi perlu makan."
Inikah mitos minuman kesehatan?
Sumber: antaranews.com
(A024)
Kenyataan itu menunjukan bahwa telah terjadi pergeseran kebiasaan memilih minuman di kalangan masyarakat selama dua dekade terakhir, dari minuman bersoda menjadi minuman kesehatan.
Di tingkat global, konsumsi air kemasan mengalami peningkatan sampai empat kali lipat antara tahun 1999 dan 2005. Di Inggris, industri itu mencatat jumlah angka penjualan mencapai dua milyar poundsterling, sebagaimana dikutip dari laman The Guardian.
Akhir-akhir ini banyak ditemukan dan dijual air minum bervitamin plus mineral, air dengan tambahan elektrolit yang dapat mendongkrak energi dan memantik relaksasi. Volume penjualan Coca Cola terusik. Padahal, perusahaan minuman global itu telah berpengalaman selama kurang lebih 115 tahun.
Pilih minuman kesehatan atau limun atau cola? Sebotol Coca Cola 500 mililiter mengandung 35 gram gula. "Informasi gizi jelas tertera di semua label minuman," kata manajer pemasaran sebuah perusahaan minuman di Inggris. Ada juga minuman yang tidak mengandung bahan pengawet dan konsentrat buah-buahan.
Konsumen dapat saja diperdaya lantaran diiming-imingi pencantuman kata air minum "bervitamin" atau "bercita rasa buah-buahan" bahkan "bebas dari bahan pengawet". Tentunya ini terpulang kepada persepsi masing-masing konsumen.
Pada Januari, Badan Standarisasi Perikalanan Inggris menyatakan sebuah iklan air bervitamin dan bergizi (Vitaminwater) kedapatan menyesatkan konsumen. Ini termasuk minuman yang disebut-sebut telah ditambahi vitamin C, padahal minuman berkalori itu nyatanya setara dengan lima sendok teh gula.
Minuman yang disebut-sebut berkhasiat dapat menghilangkan stres, nyatanya setelah melalui penelitian, mengandung L-theanine, jenis asam amino yang ditemukan dalam teh hijau.
Selain itu ada phosphatidylserine, yang dapat membantu untuk mempertahankan dan meningkatkan kebugaran tubuh. Ada juga kandungan vitamin D3 yang membantu pertumbuhan tulang.
"Untuk klaim minuman kesehatan harus sesuai dengan standar lembaga kesehatan Uni Eropa. Banyak minuman bervitamin belum memperoleh sertifikat produk," kata ketua British Nutrition Foundation, Bridget Benelan.
"Jika Anda mengkonsumsi minuman kesehatan dalam jumlah besar, maka saatnya Anda mulai khawatir," katanya. "Jika Anda ingin minum, biasanya karena Anda haus, bukan karena Anda memerlukan energi - dan itu tidak berarti bahwa nanti Anda tidak lagi perlu makan."
Inikah mitos minuman kesehatan?
Sumber: antaranews.com
(A024)
Selasa, 29 Maret 2011
Mengapa Wanita Sulit Melupakan Mantan
Pernahkah Anda merasa menyesal atas kegagalan hubungan di masa lalu? Penelitian Universitas Northwestern, Chicago, menunjukkan, wanita cenderung sibuk berpikir tentang penyebab hancurnya hubungan usai patah hati.
Dalam penelitian yang dilakukan melalui survei terhadap 370 orang usia 19 hingga 103 tahun itu, banyak wanita menyalahkan diri sendiri karena bersikap egois selama menjalin hubungan asmara.
Penelitian yang akan dipublikasikan di jurnal Psychological & Personality Science itu menunjukkan, sebanyak 44 persen wanita mengaku pernah berbuat salah yang memicu hancurnya hubungan dengan mantan pasangan. Sedangkan pria hanya 20 persen yang merasa bersalah atas kegagalan hubungan.
Jean Hannah Edelstein, psikolog hubungan asmara, mengatakan, hasil penelitian itu menunjukkan bahwa wanita merasa lebih bertanggung jawab terhadap hubungan secara emosional. "Wanita cenderung melibatkan perasaan untuk mengidentifikasi alasan di balik rusaknya suatu hubungan," ujarnya.
Wanita lebih cenderung rela menyalahkan diri sendiri atas masalah yang terjadi. Sedangkan pria cenderung memakai logika dalam menghadapi masalah. Hanya sedikit pria yang mengaku menyesal. Bahkan, banyak pria yang menganggap penyesalan justru sebagai sikap tidak 'jantan'.
"Menyesal terasa sangat buruk, tetapi perasaan menyesal adalah emosi yang dapat membantu. Rasakan dalam-dalam, lupakan dengan cepat dan maju dan gunakan untuk mendorong Anda mendapatkan perilaku baru yang akan membantu," kata Ketua Peneliti, Profesor Neal Roese.
Penyesalan cenderung terfokus pada keinginan untuk mengulang kembali hal yang telah terjadi, demi memperbaikinya. Jangan biarkan rasa ini menguasai pikiran. Sebab, semakin lama fokus pada penyesalan, Anda akan kehilangan banyak kesempatan baik dalam hidup.
Penelitian tersebut memperkuat anggapan bahwa wanita senang meratapi dan merefleksikan kegagalan. Kondisi ini pula yang seringkali membuat wanita sulit lepas dari jeratan kisah di masa lalu. (pet)
Dalam penelitian yang dilakukan melalui survei terhadap 370 orang usia 19 hingga 103 tahun itu, banyak wanita menyalahkan diri sendiri karena bersikap egois selama menjalin hubungan asmara.
Penelitian yang akan dipublikasikan di jurnal Psychological & Personality Science itu menunjukkan, sebanyak 44 persen wanita mengaku pernah berbuat salah yang memicu hancurnya hubungan dengan mantan pasangan. Sedangkan pria hanya 20 persen yang merasa bersalah atas kegagalan hubungan.
Jean Hannah Edelstein, psikolog hubungan asmara, mengatakan, hasil penelitian itu menunjukkan bahwa wanita merasa lebih bertanggung jawab terhadap hubungan secara emosional. "Wanita cenderung melibatkan perasaan untuk mengidentifikasi alasan di balik rusaknya suatu hubungan," ujarnya.
Wanita lebih cenderung rela menyalahkan diri sendiri atas masalah yang terjadi. Sedangkan pria cenderung memakai logika dalam menghadapi masalah. Hanya sedikit pria yang mengaku menyesal. Bahkan, banyak pria yang menganggap penyesalan justru sebagai sikap tidak 'jantan'.
"Menyesal terasa sangat buruk, tetapi perasaan menyesal adalah emosi yang dapat membantu. Rasakan dalam-dalam, lupakan dengan cepat dan maju dan gunakan untuk mendorong Anda mendapatkan perilaku baru yang akan membantu," kata Ketua Peneliti, Profesor Neal Roese.
Penyesalan cenderung terfokus pada keinginan untuk mengulang kembali hal yang telah terjadi, demi memperbaikinya. Jangan biarkan rasa ini menguasai pikiran. Sebab, semakin lama fokus pada penyesalan, Anda akan kehilangan banyak kesempatan baik dalam hidup.
Penelitian tersebut memperkuat anggapan bahwa wanita senang meratapi dan merefleksikan kegagalan. Kondisi ini pula yang seringkali membuat wanita sulit lepas dari jeratan kisah di masa lalu. (pet)
Selasa, 08 Maret 2011
Selingkuh Bukan Cuma Seks !
buka mata..
pasang telinga..
selingkuhkah pasangan Anda?..
*****
Selingkuh Bukan Cuma Seks !
Rino (nama samaran), 43, terduduk lemas. Perselingkuhan istrinya
membuat pria pekerja keras itu kaget, geram, tak percaya, kecewa,
dan pasrah. Hancur sudah harapannya memiliki sebuah rumah tinggal.
Luluh lantak juga upayanya menyisihkan gaji bulanan, selama sepuluh
tahun terakhir. Semua gara-gara selingkuh, kuh, kuh!
Lima belas tahun lalu, Rino menikahi wanita yang dicintainya, sebut
saja Tina (38) di Yogyakarta. Dua tahun kemudian, setelah anak
pertama lahir, mereka pindah ke Jakarta. Mereka mengontrak sebuah
rumah di kawasan Cileduk. Karena lingkungan rumah itu dirasa kurang
sehat, dua tahun kemudian Rino memboyong keluarganya ke Kebonjeruk.
Rumah mungil itu penuh pepohonan, sehingga hobi Rino bercocok tanam
agak tersalurkan.
Malu lima tahun menjadi "kontraktor" alias pengontrak rumah, Rino
dan Tina sepakat menyisihkan gaji bulanan untuk membeli rumah
sendiri. Uang tabungan ini disimpan dalam rekening bank atas nama
Tina. Rino pun minta izin pulang agak malam, untuk
mencari "tambahan" penghasilan, membantu bisnis percetakan temannya
di kawasan Kedoya.
Sepuluh tahun berlalu, Rino merasa, sudah waktunya mereka memiliki
rumah sendiri. Apalagi tabungan di bank sudah cukup, harga properti
pun sedang miring. Makanya, dia begitu sumringah ketika seorang
teman kantor menawarkan sebuah rumah di daerah Srengseng, Jakarta
Barat. Harganya pas di kantung, kondisi rumah plus lingkungannya oke
punya.
Sore itu, dengan hati berbunga, Rino memarkir motor di teras rumah
yang sudah dikontraknya 11 tahun. Tina yang sedang menyetrika,
ditariknya ke dalam kamar. "Aku sudah menemukan rumah. Suasananya
sejuk seperti di sini. Harganya pun terjangkau." Anehnya, air muka
Tina berubah drastis. "Besok kita lihat ke sana. Aku sudah kasih
persekot," bujuk Rino.
Makin aneh, Tina malah menangis. "Maaf, Mas," akhirnya dia
bicara, "Uangnya sudah kupakai membantu perawatan bapak tempo hari,
dan membantu kuliah Dik Anto dan Dik Wanti. Sisanya tinggal Rp 20
juta saja." Byar! Bagai tersambar petir, Rino langsung tak berdaya.
Nyaris pingsan dia.
Kartu kredit bengkak
Kasus yang dijumput dari ruang praktik Dr. Sukiat, ahli psikologi
klinis khinis yang juga konselor perkawinan ini, konon bisa
digolongkan perselingkuhan. Lo, kok begitu?
Ya, "Yang dimaksud berselingkuh adalah perbuatan yang dianggap
menyimpang dari kesepakatan bersama, dan dilakukan tanpa
sepengetahuan pihak lain," kata Sukiat meluruskan.
Psikolog yang pernah bikin geger dengan hasil penelitiannya di suatu
majalah, bahwa dua dan tiga wanita Jakarta memiliki PIL (pria idaman
lain) ini menyayangkan sikap Tina yang tidak berterus terang pada
suaminya, tentang penggunaan uang tabungan itu. Jika sejak awal
dibicarakan, tentunya Rino bisa memahami, sehingga ia tidak
terlanjur memiliki angan-angan muluk tentang sebuah rumah masa depan.
Alhasil, sudah dua tahun terakhir ini pasutri yang dulu bahagia itu
tak bertegur sapa. Susah payah Sukiat mendamaikan perang dingin itu.
Menurut staf pengajar Fakultas Psikologi Universitas Indonesia ini,
kasus sejenis cukup sering terjadi. Selain Rino-Tina, juga Rendy
(nama palsu), 35, bernasib serupa. Staf pimpinan cabang sebuah bank
yang pernah lolos likuidasi ini mempercayakan pengelolaan keuangan
rumah tangga pada istrinya yang cantik, Meiske (bukan nama asli),
33, jebolan sekolah sekretaris.
Sejak pandangan pertama, Rendy memang tertarik pada kepandaian
Meiske merawat penampilan. Walau anak mereka sudah dua orang,
penampilan istninya itu tak beda jauh dengan saat masih gadis.
Namun, manisnya cinta luntur perlahan oleh tagihan kartu kredit
Meiske yang sejak setengah tahun ini grafiknya menanjak terus. Rasa
cinta Rendy membuatnya tumpul di hadapan Meiske.
Buntutnya, Rendy meledak juga, ketika dua bulan terakhir itu tagihan
kartu kredit melebihi gaji bulanannya. Berarti, ia harus berutang
untuk menutupinya. Dari hasil "interogasi" terungkap, gaya hidup
istrinya itu amat mahal. Biaya salon, sandang dan pangan, serta
ongkos pergaulannya, biasa diatasi dengan menggesek kartu kredit.
Belum lagaknya yang bak
nyonya besar saat di arisan. Suka memberi pinjaman, tapi gengsi
menagih. Pantas saja Rendy kebobolan.
Yang paling menyakitkan hati Rendy banyak informasi dan sumber resmi
dan terpercaya, sejak setahun belakangan ini Meiske memiliki PIL.
Belum sebulan lalu, Rendy memutuskan bercerai, bukan karena ia
merasa otot-ototnya kalah besar dengan pacar Meiske yang pelatih
kebugaran itu, tapi ia merasa dikhianati dan dibobongi. Jika
dimaafkan, di masa depan pasti Meiske akan mengulangi lagi dengan
derajat perselingkuhan lebih canggih.
Kasus perselingkuhan, memang ibarat makanan basi. Walaupun dibungkus
rapi, suatu saat akan mengeluarkan aroma tak sedap. Sumarni (63),
misalnya. Selama 40 tahun mendampingi Broto, mantan karyawan salah
satu maskapai penerbangan, seorang figur suami dan ayah ideal yang
setia dan mencintai keluarga. Rumah tangga mereka membuahkan enam
orang anak dan 11 cucu. Sayang, dua tahun lalu Broto meninggal dunia
karena serangan jantung.
Suatu pagi, saat menyuapi cucu, seorang pemuda mengetuk pintu pagar.
Karena mengonfirmasi alamat Pak Broto, ia dipersilakan masuk dan
duduk di teras. Sumarni terheran-heran mendengar kisah si pemuda
asal Malaysia yang mengaku telab bertahun-tahun mencari ayahnya. Ia
yakin ayahnya masih hidup, meski sejak kecil ibu dan keluarganya
bilang, sang
ayah sudah meninggal. Si pemuda lantas mengeluarkan sebuah foto.
Foto seorang ayah sedang menggendong bayi. Foto itu, ternyata, foto
Broto!
Sumarni hampir pingsan. Tampaknya, ketika bertugas setahun di negeri
jiran, suaminya yang baik hati itu berselingkuh, hingga punya anak.
Untunglah, nenek bijak itu cepat menguasai diri. Ia bahkan
mengantarkan anak tirinya itu berziarah ke makam Broto. Ketabahan
hati yang dipuji oleh Sukiat. Meski ceritanya mungkin akan berbeda,
jika Broto masih hidup.
Banyak jalan selingkuh
Tak dipungkiri oleh Sukiat, ketika tahu pasangannya selingkuh,
umumnya reaksi suami atau istri pasti frustasi atau kecewa berat.
Sebab, harapan agar pasangan selalu komit terhadap kesepakatan
bersama, ternyata dilanggar.
Rata-rata mereka yang tersakiti akan bertingkah laku agresif.
Artinya, menyatakan kekecewaan dengan menyerang dan menyakiti fisik
atau perasaan orang lain, baik secara verbal maupun nonverbal.
Tingkah laku agresif verbal misalnya mengucapkan kata-kata yang
langsung menyakiti atau lewat sindiran-sindiran pedas. Sementara
tingkah laku nonverbal antara lain berbentuk penyerangan fisik,
ngambek, mogok bicara, mogok berfungsi sebagai istri atan suami, dan
sejenisnya.
Selain itu, orang yang frustasi bisa menampilkan tingkah laku
blocking dalam bentuk depresi atau murung, sedih yang
berkepanjangan. Yang jarang terjadi, "Si pasangan bertingkah laku
adaptif rasional, yaitu tanpa emosi negatif yang berlebihan seperti
marah, murung, jengkel, dan
lain-lain. Ia berusaha memahami mengapa pasangannya melakukan
perselingkuhan. Lalu mencari alternatif pemecahannya," terang
Sukiat, sembari mencontohkan reaksi positif Sumarni.
Sedangkan pihak yang berselingkuh, setelah perbuatannya diketahui
pasangan, biasanya langsung bereaksi defensif. Pertama-tama ia akan
dengan keras tidak mengakui perbuatannya. Dengan berbagai dalih
mempertahankan diri, tak mungkin dirinya berselingkuh. Namun,
setelah disajikan bukti-bukti nyata, ia akan menyerang balik dengan
menyalahkan pasangannya sebagai penyebab perselingkuhan. Misalnya,
menyalahkan sikap dan perbuatan pasangannya yang begini dan begitu.
Bila suami yang berselingkuh, menurut Sukiat, ia akan kebingungan
dan stres berkepanjangan. Hal ini karena rasa tanggungjawabnya. "Ia
tak bisa meninggalkan istri dan anak-anaknya, juga sulit melepas WIL-
nya. Kecuali salah satu dari mereka, istrinya atau WIL-nya, ngotot
untuk berpisah." Sebaliknya, bila istri yang berselingkuh, ada yang
sampai tega meninggalkan keluarganya.
"Hal ini dapat dipahami, karena dalam hal bercinta, perempuan
menganut penyerahan total," kata Sukiat. Meski dia juga mengakui,
ada pula pihak istri peselingkuh yang kembali pada suami dan anak-
anaknya.
Omong-omong, bagaimana sebenarnya perselingkuhan bisa terjadi?
Berdasarkan pengalaman praktik Dr. Sukiat, umumnya suami
berselingkuh ketika istri mulai "tidak nyambung" lagi ketika diajak
bicara, baik dalam topik pembicaraan maupun wawasannya. Dengan kata
lain, tidak dialogis lagi. Bisa juga lantaran si istri hilang respek
terhadap suami, sehingga cenderung menyalahkan, menuntut, bahkan
merendahkan suami.
Selingkuh bisa pula terpacu oleh keinginan advonturir seks, atau ada
masalah dalam kehidupan seksualnya dengan istri, yang tidak
diungkapkan. Sebaliknya, tandas Sukiat, istri berselingkuh umumnya
bukan karena seks sebagai faktor utama, melainkan karena kesepian
secara batiniah. Maksudnya, "Suami kurang peduli, kurang perhatian,
kurang mengasihi yang ditunjukkan secara nyata, kurang mengayomi,
dan tidak ada lagi hal-hal yang perlu dikagumi pada diri suami."
Lalu, bagaimana cara mengatasinya?
Pertama-tama, masing-masing pihak harus mengelola emosinya. Dalam
keadaan emosi tinggi, bukannya penyelesaian yang akan terjadi,
melainkan pertengkaran yang tambah meruncing. "Bila emosi dalam
keadaan rendah, masing-masing pihak akan sabar dan mau mendengar
secara utuh serta memahami pihak lain. Masing-masing juga mau
mengungkapkan pendapat serta perasaannya tanpa menyakiti hati pihak
lain," jelas Sukiat.
Setelah memahami pihak lain, selanjutnya ditinjau ulang pemahaman
tentang tujuan berkeluarga. Apabila tujuannya sama, misalnya
membesarkan dan mendidik anak untuk menjadi manusia dewasa yang
berguna, barulah didiskusikan berbagai alternatif jalan keluar dari
permasalahan itu. "Satu hal yang perlu diperhatikan, jagalah
kesabaran. Perubahan tidak akan terjadi seperti membalikkan telapak
tangan. Bisa terjadi sebulan, berbulan-bulan, bahkan mungkin
bertahun atau berpuluh tahun."
Berdasarkan pengalaman, setelah jalan keluar ditemukan, pihak yang
diselingkuhi biasanya menuntut terjadi perubahan dengan cepat dan
segera. Padahal, sikap itu akan membuat masalah kembali ke titik
nol. Jadi, "Sikap sabar akan sangat, sangat membantu," tutup Dr.
Sukiat. (Dharnoto/Intisari)
Sumber: Selingkuh Bukan Cuma Seks! - KCM - Disadur dari mailist Sarikata
pasang telinga..
selingkuhkah pasangan Anda?..
*****
Selingkuh Bukan Cuma Seks !
Rino (nama samaran), 43, terduduk lemas. Perselingkuhan istrinya
membuat pria pekerja keras itu kaget, geram, tak percaya, kecewa,
dan pasrah. Hancur sudah harapannya memiliki sebuah rumah tinggal.
Luluh lantak juga upayanya menyisihkan gaji bulanan, selama sepuluh
tahun terakhir. Semua gara-gara selingkuh, kuh, kuh!
Lima belas tahun lalu, Rino menikahi wanita yang dicintainya, sebut
saja Tina (38) di Yogyakarta. Dua tahun kemudian, setelah anak
pertama lahir, mereka pindah ke Jakarta. Mereka mengontrak sebuah
rumah di kawasan Cileduk. Karena lingkungan rumah itu dirasa kurang
sehat, dua tahun kemudian Rino memboyong keluarganya ke Kebonjeruk.
Rumah mungil itu penuh pepohonan, sehingga hobi Rino bercocok tanam
agak tersalurkan.
Malu lima tahun menjadi "kontraktor" alias pengontrak rumah, Rino
dan Tina sepakat menyisihkan gaji bulanan untuk membeli rumah
sendiri. Uang tabungan ini disimpan dalam rekening bank atas nama
Tina. Rino pun minta izin pulang agak malam, untuk
mencari "tambahan" penghasilan, membantu bisnis percetakan temannya
di kawasan Kedoya.
Sepuluh tahun berlalu, Rino merasa, sudah waktunya mereka memiliki
rumah sendiri. Apalagi tabungan di bank sudah cukup, harga properti
pun sedang miring. Makanya, dia begitu sumringah ketika seorang
teman kantor menawarkan sebuah rumah di daerah Srengseng, Jakarta
Barat. Harganya pas di kantung, kondisi rumah plus lingkungannya oke
punya.
Sore itu, dengan hati berbunga, Rino memarkir motor di teras rumah
yang sudah dikontraknya 11 tahun. Tina yang sedang menyetrika,
ditariknya ke dalam kamar. "Aku sudah menemukan rumah. Suasananya
sejuk seperti di sini. Harganya pun terjangkau." Anehnya, air muka
Tina berubah drastis. "Besok kita lihat ke sana. Aku sudah kasih
persekot," bujuk Rino.
Makin aneh, Tina malah menangis. "Maaf, Mas," akhirnya dia
bicara, "Uangnya sudah kupakai membantu perawatan bapak tempo hari,
dan membantu kuliah Dik Anto dan Dik Wanti. Sisanya tinggal Rp 20
juta saja." Byar! Bagai tersambar petir, Rino langsung tak berdaya.
Nyaris pingsan dia.
Kartu kredit bengkak
Kasus yang dijumput dari ruang praktik Dr. Sukiat, ahli psikologi
klinis khinis yang juga konselor perkawinan ini, konon bisa
digolongkan perselingkuhan. Lo, kok begitu?
Ya, "Yang dimaksud berselingkuh adalah perbuatan yang dianggap
menyimpang dari kesepakatan bersama, dan dilakukan tanpa
sepengetahuan pihak lain," kata Sukiat meluruskan.
Psikolog yang pernah bikin geger dengan hasil penelitiannya di suatu
majalah, bahwa dua dan tiga wanita Jakarta memiliki PIL (pria idaman
lain) ini menyayangkan sikap Tina yang tidak berterus terang pada
suaminya, tentang penggunaan uang tabungan itu. Jika sejak awal
dibicarakan, tentunya Rino bisa memahami, sehingga ia tidak
terlanjur memiliki angan-angan muluk tentang sebuah rumah masa depan.
Alhasil, sudah dua tahun terakhir ini pasutri yang dulu bahagia itu
tak bertegur sapa. Susah payah Sukiat mendamaikan perang dingin itu.
Menurut staf pengajar Fakultas Psikologi Universitas Indonesia ini,
kasus sejenis cukup sering terjadi. Selain Rino-Tina, juga Rendy
(nama palsu), 35, bernasib serupa. Staf pimpinan cabang sebuah bank
yang pernah lolos likuidasi ini mempercayakan pengelolaan keuangan
rumah tangga pada istrinya yang cantik, Meiske (bukan nama asli),
33, jebolan sekolah sekretaris.
Sejak pandangan pertama, Rendy memang tertarik pada kepandaian
Meiske merawat penampilan. Walau anak mereka sudah dua orang,
penampilan istninya itu tak beda jauh dengan saat masih gadis.
Namun, manisnya cinta luntur perlahan oleh tagihan kartu kredit
Meiske yang sejak setengah tahun ini grafiknya menanjak terus. Rasa
cinta Rendy membuatnya tumpul di hadapan Meiske.
Buntutnya, Rendy meledak juga, ketika dua bulan terakhir itu tagihan
kartu kredit melebihi gaji bulanannya. Berarti, ia harus berutang
untuk menutupinya. Dari hasil "interogasi" terungkap, gaya hidup
istrinya itu amat mahal. Biaya salon, sandang dan pangan, serta
ongkos pergaulannya, biasa diatasi dengan menggesek kartu kredit.
Belum lagaknya yang bak
nyonya besar saat di arisan. Suka memberi pinjaman, tapi gengsi
menagih. Pantas saja Rendy kebobolan.
Yang paling menyakitkan hati Rendy banyak informasi dan sumber resmi
dan terpercaya, sejak setahun belakangan ini Meiske memiliki PIL.
Belum sebulan lalu, Rendy memutuskan bercerai, bukan karena ia
merasa otot-ototnya kalah besar dengan pacar Meiske yang pelatih
kebugaran itu, tapi ia merasa dikhianati dan dibobongi. Jika
dimaafkan, di masa depan pasti Meiske akan mengulangi lagi dengan
derajat perselingkuhan lebih canggih.
Kasus perselingkuhan, memang ibarat makanan basi. Walaupun dibungkus
rapi, suatu saat akan mengeluarkan aroma tak sedap. Sumarni (63),
misalnya. Selama 40 tahun mendampingi Broto, mantan karyawan salah
satu maskapai penerbangan, seorang figur suami dan ayah ideal yang
setia dan mencintai keluarga. Rumah tangga mereka membuahkan enam
orang anak dan 11 cucu. Sayang, dua tahun lalu Broto meninggal dunia
karena serangan jantung.
Suatu pagi, saat menyuapi cucu, seorang pemuda mengetuk pintu pagar.
Karena mengonfirmasi alamat Pak Broto, ia dipersilakan masuk dan
duduk di teras. Sumarni terheran-heran mendengar kisah si pemuda
asal Malaysia yang mengaku telab bertahun-tahun mencari ayahnya. Ia
yakin ayahnya masih hidup, meski sejak kecil ibu dan keluarganya
bilang, sang
ayah sudah meninggal. Si pemuda lantas mengeluarkan sebuah foto.
Foto seorang ayah sedang menggendong bayi. Foto itu, ternyata, foto
Broto!
Sumarni hampir pingsan. Tampaknya, ketika bertugas setahun di negeri
jiran, suaminya yang baik hati itu berselingkuh, hingga punya anak.
Untunglah, nenek bijak itu cepat menguasai diri. Ia bahkan
mengantarkan anak tirinya itu berziarah ke makam Broto. Ketabahan
hati yang dipuji oleh Sukiat. Meski ceritanya mungkin akan berbeda,
jika Broto masih hidup.
Banyak jalan selingkuh
Tak dipungkiri oleh Sukiat, ketika tahu pasangannya selingkuh,
umumnya reaksi suami atau istri pasti frustasi atau kecewa berat.
Sebab, harapan agar pasangan selalu komit terhadap kesepakatan
bersama, ternyata dilanggar.
Rata-rata mereka yang tersakiti akan bertingkah laku agresif.
Artinya, menyatakan kekecewaan dengan menyerang dan menyakiti fisik
atau perasaan orang lain, baik secara verbal maupun nonverbal.
Tingkah laku agresif verbal misalnya mengucapkan kata-kata yang
langsung menyakiti atau lewat sindiran-sindiran pedas. Sementara
tingkah laku nonverbal antara lain berbentuk penyerangan fisik,
ngambek, mogok bicara, mogok berfungsi sebagai istri atan suami, dan
sejenisnya.
Selain itu, orang yang frustasi bisa menampilkan tingkah laku
blocking dalam bentuk depresi atau murung, sedih yang
berkepanjangan. Yang jarang terjadi, "Si pasangan bertingkah laku
adaptif rasional, yaitu tanpa emosi negatif yang berlebihan seperti
marah, murung, jengkel, dan
lain-lain. Ia berusaha memahami mengapa pasangannya melakukan
perselingkuhan. Lalu mencari alternatif pemecahannya," terang
Sukiat, sembari mencontohkan reaksi positif Sumarni.
Sedangkan pihak yang berselingkuh, setelah perbuatannya diketahui
pasangan, biasanya langsung bereaksi defensif. Pertama-tama ia akan
dengan keras tidak mengakui perbuatannya. Dengan berbagai dalih
mempertahankan diri, tak mungkin dirinya berselingkuh. Namun,
setelah disajikan bukti-bukti nyata, ia akan menyerang balik dengan
menyalahkan pasangannya sebagai penyebab perselingkuhan. Misalnya,
menyalahkan sikap dan perbuatan pasangannya yang begini dan begitu.
Bila suami yang berselingkuh, menurut Sukiat, ia akan kebingungan
dan stres berkepanjangan. Hal ini karena rasa tanggungjawabnya. "Ia
tak bisa meninggalkan istri dan anak-anaknya, juga sulit melepas WIL-
nya. Kecuali salah satu dari mereka, istrinya atau WIL-nya, ngotot
untuk berpisah." Sebaliknya, bila istri yang berselingkuh, ada yang
sampai tega meninggalkan keluarganya.
"Hal ini dapat dipahami, karena dalam hal bercinta, perempuan
menganut penyerahan total," kata Sukiat. Meski dia juga mengakui,
ada pula pihak istri peselingkuh yang kembali pada suami dan anak-
anaknya.
Omong-omong, bagaimana sebenarnya perselingkuhan bisa terjadi?
Berdasarkan pengalaman praktik Dr. Sukiat, umumnya suami
berselingkuh ketika istri mulai "tidak nyambung" lagi ketika diajak
bicara, baik dalam topik pembicaraan maupun wawasannya. Dengan kata
lain, tidak dialogis lagi. Bisa juga lantaran si istri hilang respek
terhadap suami, sehingga cenderung menyalahkan, menuntut, bahkan
merendahkan suami.
Selingkuh bisa pula terpacu oleh keinginan advonturir seks, atau ada
masalah dalam kehidupan seksualnya dengan istri, yang tidak
diungkapkan. Sebaliknya, tandas Sukiat, istri berselingkuh umumnya
bukan karena seks sebagai faktor utama, melainkan karena kesepian
secara batiniah. Maksudnya, "Suami kurang peduli, kurang perhatian,
kurang mengasihi yang ditunjukkan secara nyata, kurang mengayomi,
dan tidak ada lagi hal-hal yang perlu dikagumi pada diri suami."
Lalu, bagaimana cara mengatasinya?
Pertama-tama, masing-masing pihak harus mengelola emosinya. Dalam
keadaan emosi tinggi, bukannya penyelesaian yang akan terjadi,
melainkan pertengkaran yang tambah meruncing. "Bila emosi dalam
keadaan rendah, masing-masing pihak akan sabar dan mau mendengar
secara utuh serta memahami pihak lain. Masing-masing juga mau
mengungkapkan pendapat serta perasaannya tanpa menyakiti hati pihak
lain," jelas Sukiat.
Setelah memahami pihak lain, selanjutnya ditinjau ulang pemahaman
tentang tujuan berkeluarga. Apabila tujuannya sama, misalnya
membesarkan dan mendidik anak untuk menjadi manusia dewasa yang
berguna, barulah didiskusikan berbagai alternatif jalan keluar dari
permasalahan itu. "Satu hal yang perlu diperhatikan, jagalah
kesabaran. Perubahan tidak akan terjadi seperti membalikkan telapak
tangan. Bisa terjadi sebulan, berbulan-bulan, bahkan mungkin
bertahun atau berpuluh tahun."
Berdasarkan pengalaman, setelah jalan keluar ditemukan, pihak yang
diselingkuhi biasanya menuntut terjadi perubahan dengan cepat dan
segera. Padahal, sikap itu akan membuat masalah kembali ke titik
nol. Jadi, "Sikap sabar akan sangat, sangat membantu," tutup Dr.
Sukiat. (Dharnoto/Intisari)
Sumber: Selingkuh Bukan Cuma Seks! - KCM - Disadur dari mailist Sarikata
Sabtu, 08 Januari 2011
Langganan:
Postingan (Atom)