Jumat, 27 Februari 2009

Film Terakhir Harry Potter Diputar 2010


(facebook)

Apakah kalian penggemar Harry Potter? Kalian yang menyukai buku karangan JK Rowling itu pasti juga selalu menunggu film terbarunya ditayangkan di bioskop.

Saat ini, film yang diadaptasi dari buku ke-6 yaitu Harry Potter and The Half-Blood Prince memang belum bisa kita tonton. Tapi film dari buku terakhirnya Harry Potter and The Deathly Hallows sudah direncanakan peluncurannya.

Warner Bross, perusahaan yang membuat film Harry Potter, mengungkapkan film terakhir Harry Potter itu akan diluncurkan tahun depan. Tetapi ada yang berbeda, film terakhir Harry Potter ini akan dibagi dalam dua seri. Sebab ceritanya sangat panjang.

Seri pertama akan ada di bioskop pada bulan 19 November 2010. Sedangkan seri kedua bisa ditonton pada 15 Juli 2011.

Tentu saja, film tersebut akan menjadi film terakhir dari kisah
petualangan Harry Potter dan dua sahabatnya Ron Weasley dan Hermione Granger. Film Harry Potter terakhir ini disutradarai oleh David Yates.

Proses pembuatan Harry Potter and The Deathly Hallows ini sempat
tertunda selama seminggu. Karena terjadi kecelakaan di lokasi
syuting. Seorang pemeran pengganti, mengalami cedera punggung setelah berlatih adegan di udara.

Film terakhir Harry Potter ini sudah ditunggu penggemarnya di seluruh dunia. Pasti kalian juga sudah tak sabar ingin menontonnya ya.

� VIVAnews

Menikmati Kopi Sambil Pelototi Pelayan Telanjang, Mau?



Ilustrasi

INILAH.COM, Vassalboro - Menikmati secangkir kopi sambil menikmati keindahan tubuh pelayannya yang seksi saya belum bisa membayangkannya mungkin juga Anda.

Tapi ini memang kenyataan bukan sebuah imajinasi liar dari seorang pria yang kurang mendapat perhatian seorang perempuan.

Di sebuah wilayah di Amerika Serikat namanya distrik Vassalboro, belum lama ini berdiri sebuah kedai kopi yang semua pramusaji wanitanya benar-benar telanjang dada dan bagian bawah hanya cawat alakadarnya.

Seperti dilaporkan Askmen.com, Jumat (28/2), kedai kopi ini membuat gusar warga setempat. Bukan karena banyak pria yang berbondong-bondong ke toko tersebut tetapi banyak juga kedai kopi di kota berpenduduk 4.500 jiwa itu terancam bangkrut dan gulung tikar.

Bukan karena pelayannya yang telanjang saja yang mengancam kebangkrutan kedai kopi dan donat di distrik tersebut. Melainkan juga karena harga kopi yang dijual kedai milik Donald Crabtree ini hanya US$ 3 per gelas.

Seorang pelayan, Susie Wiley, 23, mengaku tidak merasa terganggu dengan keharusan telanjang selama bekerja. Ia juga mengaku telanjang di depan para tamu bukan sebuah pelecehan terhadap dirinya.

�Saya sangat senang dengan situasi pekerjaan seperti ini. Bukan sebuah pelecehan,� ujarnya.

Senin, 23 Februari 2009

Fenomena Ponari dalam Tinjauan Medis dan Sosiologi

METODE pengobatan yang dilakukan Muhammad Ponari, dukun cilik asal Dusun Kedungsari, Desa Balongsari, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, terkesan unik dan berbau takhayul.

Keunikan dan unsur takhayulnya itu telah menghipnotis ribuan orang dari berbagai daerah di pelosok Tanah Air masih memadati tempat praktik anak semata wayang hasil pernikahan Kasemin (42) dan Mukaromah (28) itu sampai sekarang.

Bahkan di antara mereka ada yang rela antre selama berhari-hari demi mendapatkan seteguk air putih yang sebelumnya dicelup batu yang digenggam siswa Kelas III SD Negeri Balongsari 1 itu.

Tak peduli, apakah air celupan batu itu higienis atau tidak, yang penting mereka percaya, bahwa air itu bertuah dan bisa menyembuhkan segala macam penyakit.

"Setidaknya bisul yang saya rasakan bertahun-tahun sudah agak mendingan," kata Masilah (43), warga Surabaya, setelah meneguk air keruh yang didapat dari rumah Ponari.

Kendati demikian, ada juga warga yang tidak percaya bahkan kapok setelah mengonsumsi air Ponari, namun penyakitnya tak kunjung sembuh, seperti yang dialami Hamzah (53), warga Mojongapit, Jombang. "Nyatanya mata saya juga tidak ada perubahan, setelah minum air dari Ponari," katanya sambil menunjukkan matanya yang sakit.

Namun tak sedikit pula warga yang penasaran untuk mendapatkan air itu. "Sampai kapan pun, saya akan tetap bertahan di sini untuk mendapatkan air itu," kata Maslukhan, warga Purwodadi, Jawa Tengah saat ditemui di Dusun Kedungsari, Sabtu (21/2) siang.

Kedatangannya ke dusun kumuh itu sebagai bentuk ikhtiar dengan harapan kelumpuhan yang diderita ibunya itu bisa sembuh. Sudah tiga hari Maslukhan berada di Dusun Kedungsari, tapi tetap tidak mendapatkan kupon antrean karena setiap hari panitia hanya mengeluarkan 5.000 lembar kupon, sedang yang datang di atas angka 10.000 orang.

Terlepas dari semua keunikan dan hal-hal yang berbau takhayul, secara medis air yang didapat dari Ponari itu tetap tidak layak untuk dikonsumsi. "Air dalam kemasan saja masih ada yang tidak sehat, apalagi air yang dicelup batu dan tangan Ponari. Siapa yang menjamin kebersihan tangan Ponari?" kata Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Jombang, dr Pudji Umbaran.

Dalam tinjauan medis, orang yang berobat kepada Ponari hanya mendapatkan efek "placebo", yakni penderita merasakan kenyamanan sesaat, walaupun penyakit yang dideritanya tidak hilang begitu saja.

"Efek `placebo` ini juga bisa didapatkan oleh pasien dari dokter. Makanya mengapa ada dokter yang banyak didatangi pasien dan mengapa pula ada dokter yang sepi pasien. Ilmu kedokteran itu mencakup `scientific` dan `art`. Dokter yang bisa menggabungkan `scientific` dan `art` inilah yang bakal dikunjungi banyak pasien," kata Pudji menjelaskan.

Efek "placebo", lanjut dia, sudah bisa dirasakan oleh pasien, bahkan sebelum mengunjungi dokter itu. "Ada orang yang merasa sembuh, sebelum meminum obat dari dokter karena sudah telanjur cocok pada dokter itu," katanya mencontohkan.

Sama halnya dengan orang yang datang ke tempat Ponari. "Setelah meneguk air, ada orang yang langsung merasakan kesembuhan. Padahal penyakitnya belum hilang. Kalau tidak percaya, silakan penderita tumor datang ke tempat Ponari, setelah itu bisa dibuktikan secara bersama-sama melalui rontgen, apakah tumornya itu hilang atau masih ada," katanya.

Belum lama ini Dimas (3,5), warga Desa/Kecamatan Ngusikan meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jombang. Ia menderita radang otak yang cukup parah. "Berdasar pengakuan dari kedua orangtuanya, anak itu sebelumnya mendapatkan pengobatan dari Ponari," katanya.

Demikian pula banyak pasien dokter di Jombang yang mengaku telah melakukan terapi di rumah Ponari. "Hampir 30 persen pasien yang melakukan rawat jalan di rumah saya sudah pernah ke sana," kata Pudji.

Oleh sebab itu IDI Jombang menyatakan, bahwa pengobatan yang dilakukan oleh Ponari tidak bisa dipertanggungjawabkan secara medis. Dalam ilmu kedokteran, untuk memastikan seseorang menderita penyakit tertentu harus melalui beberapa tahap.

Pudji menjelaskan, dalam menangani pasien seorang dokter wajib melakukan proses "anamesa" atau wawancara dengan pasien yang ditindaklanjuti dengan pemeriksaan fisik yang bisa dilakukan dengan melihat, meraba, dan mengetuk tubuh pasien.

Kalau masih ragu, seorang dokter bisa melakukan pengujian laboratoris dan rontgen. "Setelah itu baru mendiagnosis penyakit pasien yang diikuti dengan tata laksana pengobatan," katanya.

Serangkaian proses itu tidak menjamin seorang pasien sembuh total. Oleh sebab itu, Pudji tidak memungkiri kedatangan seseorang ke dukun atau ahli pengobatan alternatif lainnya karena merasa putus asa dengan model penyembuhan yang dilakukan oleh dokter.

"Justru fenomena Ponari ini, kami melihatnya sebagai tantangan bagi dokter. Untuk menjawab tantangan itu, seorang dokter tidak boleh lagi tertutup dan pelit dalam memberikan informasi mengenai penyakit terhadap pasien. Sudah bukan zamannya lagi, dokter terburu-buru memeriksa seseorang karena pasien di luar banyak yang sudah antre," kata Kasubid Pelayanan Medik RSUD Jombang itu mengingatkan para dokter.

Menurut dia, di Kabupaten Jombang dokter umum dan spesialis yang membuka praktik mencapai 180 orang. "Jumlah ini melebihi rasio penduduk karena idealnya seorang dokter melayani 10.000 pasien. Hanya tingkat penyebarannya tidak merata," katanya.

Untuk mendapatkan pelayanan dokter umum swasta, masyarakat hanya dikenakan tarif sebesar Rp20.000,00 hingga Rp25.000,00 termasuk obat (dispencing). Sedang tarif jasa pemeriksaan dokter spesialis di Jombang berkisar antara Rp30.000,00 hingga Rp50.000,00 untuk sekali kunjungan.

"Belum lagi Jamkesmas (Jaminan Kesehatan Masyarakat), sehingga masyarakat dapat mendapatkan layanan kesehatan secara cuma-cuma, baik di puskesmas maupun di rumah sakit. Bahkan masyarakat yang tidak memiliki kartu Jamkesmas, Pemkab Jombang masih menanggungnya melalui program Jamkesda yang dananya bersumber dari APBD," katanya.

Oleh sebab itu, dia tidak setuju adanya anggapan bahwa fenomena Ponari sebagai dampak akibat buruknya pelayanan kesehatan terhadap masyarakat. "Di Kecamatan Megaluh, tak jauh dari rumah Ponari, ada dokter dan puskesmas yang siap memberikan pelayanan setiap hari," kata Pudji menambahkan.

Romantisme Mistis
Sementara itu pakar sosiologi dan kebudayaan dari Universitas Darul Ulum (Undar) Jombang, Prof Dr Tadjoer Ridjal, MPd mengemukakan, fenomena Ponari tidak memiliki keterkaitan langsung dengan masalah pelayanan kesehatan dan kondisi sosio-kultural masyarakat Jombang secara umum.

"Yang datang ke rumah Ponari, bukan hanya masyarakat Jombang. Kalau dicermati lagi, justru lebih banyak dari daerah lain, termasuk Kalimantan, Sumatra dan beberapa wilayah lain di Indonesia," katanya.

Menurut dia, fenomena Ponari merupakan potret masyarakat yang masih memegang teguh pemikiran tradisional. "Golongan masyarakat ini ingin menghidupkan kembali mitos lama yang telah punah. Golongan ini penganut romantisme mistis," katanya.

Mitos lama itu, lanjut Tadjoer, adalah munculnya sosok Ki Ageng Selo yang melegenda di kalangan masyarakat Jawa ratusan tahun silam. Ki Ageng Selo mendadak sakti setelah petir yang hendak menyambarnya mampu dihalau dan berubah menjadi sebuah batu.

"Legenda Ki Ageng Selo itu kembali dihidupkan di tengah masyarakat dengan menampilkan sosok Ponari. Dalam tinjauan sosiologi dan kebudayaan, kedua sosok ini sama-sama memiliki power yang digambarkan oleh kalangan masyarakat tertentu sebagai bentuk kesaktian," katanya.

Berdasar tradisi, kekuasaan (power) itu tidak diperoleh melalui pencapaian prestasi tapi askriptif dengan penaklukan dan penyerapan. Penyerapan bisa didapatkan dari faktor keturunan dan titisan.

"Ponari merupakan askriptif penyerapan titisan. Masyarakat menganggap Ponari merupakan titisan dari Ki Ageng Selo sehingga dia pun dianggap memiliki kesaktian," kata Asisten Direktur Program Pasca Sarjana Undar Jombang itu.

Oleh sebab itu, kemampuan yang ada pada diri Ponari tidak bisa diukur dengan menggunakan paradigma rasio empiris. "Fenomena Ponari sama sekali mengabaikan kelas dan strata ekonomi karena diusung oleh golongan romantisme mistis tadi. Yang datang ke tempat Ponari tidak hanya orang miskin, tapi banyak kalangan masyarakat kaya dan berpendidikan, terutama mereka yang berasal dari luar Jawa. Oleh sebab itu, fenomena ini tidak bisa ditinjau secara rasio empiris," katanya.

Apakah fenomena Ponari itu akan berlangsung dalam waktu yang relatif lama, Tadjoer menyatakan, tergantung situasi dan kondisi yang terjadi di masyarakat sekitar. "Biasanya fenomena itu akan berakhir, kalau sudah ada unsur komersial," katanya.

"Karena kesaktian seseorang itu didasari syarat-syarat moral, di antaranya yang paling utama adalah membantu orang lain tanpa pamrih. Jadi secara otomatis, kesaktian seseorang akan sirna, jika sudah berorientasi pada materi," kata Tadjoer menambahkan.

Tentu hal itu susah untuk dijawab Ponari dan keluarganya yang hingga hari ke-21 buka praktik di Dusun Kedungsari telah mampu meraup penghasilan di atas angka Rp1 miliar.

Kendati uang itu tak pernah diimpikan sebelumnya, tidak tertutup kemungkinan uang sebesar itu akan mengubah pola hidup keluarga miskin yang selama ini tinggal di rumah berdinding anyaman bambu itu.

M Irfan Ilmie

Senin, 16 Februari 2009

Polisi Berkuda di Jakarta

(www.arkequestrian.com)

Jika kalian berjalan-jalan ke kawasan Semanggi, Jakarta Selatan, jangan kaget melihat ada beberapa polisi yang sedang menunggang kuda. Mereka bukan sedang bermain-main dengan kuda tetapi sedang melakukan patroli atau berjaga-jaga.

Karena mulai hari ini, Senin, 16 Februari 2009, akan ada polisi berkuda yang berpatroli di kawasan Semanggi. Menurut Kepala Unit Lalu Lintas Polres Jakarta Selatan, Inspektur Satu Paridi, akan ada dua penunggang kuda dari kesatuan Satwa yang melakukan patroli.

Patroli berkuda ini akan dilakukan di wilayah Blok S Jakarta Selatan yang diberangkatkan dari Lapangan Bhayangkara Mabes Polri. Lalu, patroli dengan kuda juga melintasi kawasan Semanggi.

Jadi, kalian jangan heran ya kalau nanti melihat ada polisi yang menunggang kuda di jalan-jalan Jakarta.

Sumber : Vivanews.com

10 Tanda Kecanduan Facebook


Sejak diluncurkan 4 Februari 2004, situs jejaring sosial facebook telah memikat jutaan hati penggunanya. Mulai siswa sekolah, ibu rumah tangga, selebriti, hingga politisi, kini memiliki jejaring sosial facebook. Berkat kemajuan teknologi, kini kita pun dapat memperbarui status facebook dan mengomentari foto setiap saat. Rasanya, kini ada yang kurang bila setiap hari tidak masuk ke situs ini dan melakukan aktivitas "facebook-ing".


Manfaat facebook memang tak cuma untuk pergaulan, tapi juga sarana komunikasi, mencari pekerjaan, hingga kampanye. Sayangnya kesibukan mengutak-atik facebook membuat banyak orang kini lebih banyak menghabiskan waktu ketimbang bekerja. Tak heran bila banyak perusahaan yang mulai menerapkan kebijakan mengeblok situs ini di kantor. Sebuah penelitian juga menunjukkan adanya kaitan antara facebook dengan meningkatnya angka perceraian di Inggris dan Australia.

Nah, apakah Anda termasuk dalam orang yang hidupnya mulai dikendalikan facebook? Simak 10 tanda berikut ini.

1. Facebook telah menjadi homepage internet di komputer atau laptop Anda.

2. Anda mengubah status lebih dari dua kali sehari dan rajin mengomentari perubahan status teman.

3. Daftar teman Anda sudah melebihi angka 500 orang dan setengahnya hampir tidak dikenal.

4. Bila sedang jauh dari komputer, Anda mencek facebook melalui BlackBerry, iPhone, atau ponsel pintar lainnya.

5. Rajin membaca profil teman lebih dari dua kali sehari, meski ia tidak mengirimkan pesan atau men-tag Anda di fotonya.

6. Anda mengubah profile foto lebih dari 12 kali.

7. Anda membaca artikel ini sambil mencek facebook.

8. Anda membersihkan "wall" agar terlihat sudah lama tidak masuk ke fb.

9. Anda menjadi anggota lebih dari 10 grup dan merespons setiap undangan meski sebenarnya tak berminat.

10. Anda mengubah status hubungan hanya untuk meningkatkan popularitas di facebook.

Sumber : Kompas.com

Tahukah Anda Arti Sebuah Plat Nomor?



Semua kendaraan bermotor di seluruh dunia wajib memiliki plat nomor. Tapi, tahukah anda apa sebenarnya arti sebuah nopol (nomor polisi) yang dibuat dengan kombinasi huruf-huruf dan angka-angka tersebut?

Menurut Wikipedia, plat nomor adalah salah satu jenis identifikasi kendaraan bermotor. Plat nomor juga disebut plat registrasi kendaraan atau di Amerika Serikat (AS) dikenal sebagai plat izin (license plate). Bentuknya berupa potongan plat logam atau plastik yang dipasang pada kendaraan bermotor sebagai identifikasi resmi.

Biasanya plat nomor dipasang di depan dan belakang kendaraan. Namun ada jurisdiksi tertentu atau jenis kendaraan tertentu yang hanya membutuhkan satu plat nomor, untuk dipasang di bagian belakang. Plat nomor memiliki nomor seri yakni susunan huruf dan angka yang dikhususkan bagi kendaraan tersebut.

Di Indonesia disebut nomor polisi, dan biasa dipadukan dengan informasi lain mengenai kendaraan bersangkutan, seperti warna, merk, model, tahun pembuatan, nomor identifikasi kendaraan atau ehicle Indentification Number (VIN) dan tentu saja nama dan alamat pemilikinya. Semua data ini juga tertera dalam Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor atau STNK yang merupakan surat bukti bahwa nomor polisi itu memang ditetapkan bagi kendaraan tersebut.

Karena wujudnya yang spesifik, plat nomor juga digunakan sebagai identifikasi kendaraan oleh banyak lembaga, seperti kepolisian, perusahaan asuransi mobil, bengkel, tempat parkir, dan juga armada kendaraan bermotor. Di beberapa wilayah jurisdiksi, plat nomor juga dipakai sebagai bukti bahwa kendaraan tersebut sudah memiliki 'izin' untuk beroperasi di jalan raya umum, atau juga sebagai bukti pembayaran pajak kendaraan bermotor.

Sementara di tempat lain, seperti Amerika Serikat, plat nomor perlu diganti secara berkala yakni saat habis masa berlakunya, atau karena dijual atau berpindah tangan. Ini yang dikenal dengan kebijakan "plate-to-owner" atau plat nomor yang terkait dengan kepemilikan. Artinya, ketika mobil dijual, penjual harus melepas plat nomornya sementara pembeli harus meminta plat nomor baru dari pihak berwenang sesuai wilayah tempat tinggalnya dan mendaftarkan kembali atas namanya (balik nama).

Bila orang yang menjual mobil tersebut membeli mobil baru, ia dapat meminta agar plat nomornya yang lama dipasang di mobilnya yang baru. Bila tidak, ia harus mengembalikan plat nomor ke pihak berwenang, menghancurkannya, atau menyimpannya sebagai barang kenangan.

Di banyak negara, plat nomor dikeluarkan oleh badan pemerintahan nasional, kecuali di Kanada, Meksiko, Australia, Jerman, Pakistan, dan AS, karena plat nomor diterbitkan oleh lembaga pemerintah provinsi, wilayah, atau negara bagian.

Berikut adalah daftar nomor polisi untuk kenderaan pejabat penting di Indonesia:

* RI 1: Presiden

* RI 2: Wakil Presiden

* RI 3: Istri/suami presiden

* RI 4: Istri/suami wakil presiden

* RI 5: Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat

* RI 6: Ketua Dewan Perwakilan Rakyat

* RI 7: Ketua Dewan Perwakilan Daerah

* RI 8: Ketua Mahkamah Agung

* RI 9: Ketua Mahkamah Konstitusi

* RI 10: Ketua Badan Pemeriksa Keuangan

* RI 11: Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan

* RI 12: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian

* RI 13: Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat

* RI 14: Menteri Sekretaris Negara

* RI 15: Menteri Sekretaris Kabinet

* RI 16: Menteri Dalam Negeri

* RI 17: Menteri Luar Negeri

* RI 18: Menteri Pertahanan

* RI 19: Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia

* RI 20: Menteri Keuangan

* RI 21: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral

* RI 22: Menteri Perindustrian

* RI 23: Menteri Perdagangan

* RI 24: Menteri Pertanian

* RI 25: Menteri Kehutanan

* RI 26: Menteri Perhubungan

* RI 27: Menteri Kelautan dan Perikanan

* RI 28: Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi

* RI 29: Menteri Pekerjaan Umun

* RI 30: Menteri Kesehatan

* RI 31: Menteri Pendidikan Nasional

* RI 32: Menteri Sosial

* RI 33: Menteri Agama

* RI 34: Menteri Kebudayaan dan Pariwisata

* RI 35: Menteri Komunikasi dan Informasi

* RI 36: Menteri Negara Riset dan Teknologi

* RI 37: Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil-Menengah

* RI 38: Menteri Negara Lingkungan Hidup

* RI 39: Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan

* RI 40: Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara

* RI 41: Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal

* RI 42: Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Ketua Badan Perencanaan Pembangunan Nasional

* RI 43: Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara

* RI 44: Menteri Negara Perumahan Rakyat

* RI 45: Menteri Negara Pemuda dan Olah Raga

* RI 46: Jaksa Agung

* RI 47: Panglima Tentara Nasional Indonesia

* RI 48: Kepala Kepolisian Republik Indonesia

* RI 52: Wakil Ketua DPR

* RI 59: Wakil Ketua Badan Pemeriksa Keuangan

sumber : inilah.com

Minggu, 15 Februari 2009

Pria Pilih Kecerdasan Ketimbang Kegadisan


Para gadis remaja (kiri) tengah merayakan pesta perpisahan sekolah di sebuah hotel di Jakarta.

Kajian ilmiah mengenai cinta memperlihatkan pria kian tertarik pada perempuan berpendidikan yang memiliki kecerdasan dengan kepribadian yang dapat diandalkan dan kestabilan emosi, dan tidak lagi mempermasalahkan kegadisan. Temuan oleh para peneliti di University of Iowa tersebut merupakan bagian dari satu studi yang dikutip laporan media, Senin.

Studi itu, yang dilancarkan setiap dasawarsa sejak 1939, meminta peserta untuk menyusun daftar 18 sifat yang mereka ingini dari seorang pasangan dalam skala mulai dari "tak relevan" sampai "mendasar". Yang termasuk dalam daftar tersebut adalah "kemampuan berbaur" dan "pengurus yang pandai masak", serta "saling mencintai dan tertarik", yang berada pada tempat pertama bagi pria dan wanita pada 2008. Pada 1939, sifat itu tak masuk tiga besar bagi kedua jenis kelamin tersebut.

Peserta pria dan wanita pada 2008 memasukkan daftar utama mereka dengan "sifat dapat diandalkan" dan "matang, kestabilan emosi". Pria memasukkan kecerdasan pada posisi keempat, lompatan besar dari posisi ke-11 pada 1939, dan "prospek keuangan yang bagus" bergeser ke posisi 12 pada 2008, pergeseran dari posisi rendah ke-17 pada 1939 dan posisi terakhir pada 1967.

"Ini adalah generasi pria yang telah dewasa dengan perempuan berpendidikan sebagai guru, dokter dan panutan mereka," kata Christine Whelan, pemimpin studi itu dan penulis Marry Smart: The Intelligent Woman�s Guide to True Love (Simon & schuster, 2008), sebagaimana dilaporkan kantor berita China, Xinhua. "Dan pada masa ekonomi sulit, berbagai beban keuangan dengan pasangan mengangkat beban dari orang-orang ini sebagai pencari nafkah tunggal," katanya.

Peserta studi tersebut adalah mahasiswa dari University of Iowa, University of Washington, University of Virginia dan Penn State University. "Saling tertarik, jadi tentu saja kenyataan bahwa kami melakukan angket pada mahasiswa akan menunjukkan bahwa kecerdasan dan pendidikan menjadi ciri khas penting," kata Whelan.

Pergeseran mencolok lain melibatkan pentingnya kegadisan: pada 1939, hal itu dinilai lebih tinggi dari kecerdasan pada perempuan, tetapi pada 2008, kegadisan dimasukkan ke dalam posisi yang tak terlalu penting. Terlebih lagi, itu juga dikategorikan tidak terlalu penting buat pria. Itu, ditambah dengan tiga posisi utama bagi pria dan wanita, menunjukkan kesamaan yang kelihatan sebagai modern yang positif.

sumber : kompas.com