Selasa, 22 Mei 2012
Pilih Aku atau Hobimu
"Ngegame melulu, kapan kamu ada waktu buat aku dan anak-anak!" protes Rini
kepada Ardo, suaminya, yang seakan larut dalam dunianya sendiri jika sudah
berada di depan layar komputer. Hobi Ardo bermain game dan surfing ke dunia
maya nyata-nyata semakin menggila hingga istrinya, Rini, melemparkan protes
keras. "Pilih aku atau komputermu itu!," teriak Rini mengancam Ardo.
Wajar, menilik setiap orang pasti memiliki hobi atau kesenangan yang lekat
dengan pribadinya. Melalui hobi seharusnya bisa membuat Anda lebih mudah
mengenal pasangan secara mendalam. Namun, jika kasusnya seperti Ardo dan
Rini, hobi ternyata bisa pula memicu timbulnya konflik internal di dalam
rumah tangga.
Bijaknya, menekuni hobi seharusnya bisa disesuaikan dengan situasi dan
kondisi. Saat masih lajang, menggilai hobi hingga rela mengeluarkan banyak
uang juga waktu yang tersita demi hobi, hal itu mungkin tak jadi masalah.
Namun, semuanya tentu akan berbeda ketika Anda sudah berumah tangga dimana
segala putusan, termasuk menyangkut pengeluaran untuk hobi tak bisa serta
merta diambil.
Bagaimanapun juga, pasangan perlu dilibatkan juga dalam pengambilan
keputusan tersebut. Oleh karena itu, tak ada salahnya jika hobi tersebut
juga ditinjau kembali, apakah menghabiskan banyak biaya dan seberapa
pentingnya hobi itu hingga harus terus ditekuni.
Waktu dan Uang
Hal terpenting yang harus dipertimbangkan untuk melanjutkan menekuni hobi
setelah menikah adalah masalah waktu dan uang. Jika keuangan rumah tangga
Anda tergolong berkecukupan atau mungkin berlebihan, tentu tak akan jadi
masalah bila Anda dan pasangan sama-sama ingin memuaskan hobi dan
kesenangan masing-masing.
Lain halnya bila perekonomian rumah tangga Anda sedang-sedang saja atau
pas-pasan. Ada banyak hal yang harus diprioritaskan, mengingat kebutuhan
rumah tangga menjadi hal yang mendesak untuk segera dipenuhi, sementara
keinginan (menekuni hobi, misalnya) masih bisa ditunda.
Namun, yang perlu diingat juga mengenai masalah waktu. Jangan sampai setiap
ada waktu luang, selalu dihabiskan untuk menekuni hobi hingga menyita waktu
dan perhatian Anda untuk keluarga dan anak-anak. Hal inilah yang lalu
memancing protes keras dari anggota keluarga bahkan bisa memicu timbulnya
konflik rumah tangga, seperti yang dialami Ardo dan Rini.
Bersikap adil sangat dibutuhkan jika Anda memang benar-benar ingin menekuni
hobi meski Anda sudah menikah. Jangan sampai komunikasi diantara anggota
keluaga menjadi terhambat karena waktu untuk saling bertemu dan mengobrol
dengan pasangan serta anak menjadi berkurang.
Melibatkan pasangan
Konsultan psikiater Dr Swapnil Deshmukh pernah mengatakan, �Dalam hubungan
jangka panjang, pasangan memang perlu untuk menyesuaikan diri dengan apa
yang disukai oleh pasangan mereka dan juga hal yang tidak disukainya. Hal
terpenting, cobalah untuk menjajal aktivitas yang disukai pasangan dan
nikmatilah. Sebagai contoh, jika suami menyukai bola, maka istri pun akan
berusaha menyukai hal yang sama agar dapat terkoneksi secara pribadi meski
ada perbedaan.�
Agar "connection" itu tercipta, kenapa tidak mencoba melibatkan pasangan
dalam menekuni hobi. Ikut menjajal hobi yang digemari pasangan, pun
ditengarai bisa meredam konflik bahkan membantu menciptakan suasana
harmonis di tengah rumah tangga Anda. Siapa tahu saja pasangan tertular
suka dan ikut menggemari hobi yang Anda tekuni.
Misalnya, pasangan Anda gemar memasak, sementara Anda ogah-ogahan memasak.
Cobalah ikut ke dapur, memasaklah bersamanya dan berikan pujian untuk hasil
masakannya yang lezat. Siapa tahu pula, bakat terpendam pasangan bisa
dimanfaatkan, dari sekedar hobi, berbuah menjadi satu cita-cita yang
terwujud, yaitu membuka restoran bersama.
Hobi berbeda
Tak harus memaksakan diri mengikuti hobi atau kesukaan pasangan hanya
karena cemas akan timbul konflik, karena yang terpenting ada rasa saling
menghargai dan tahu batas-batas dalam menekuni hobi tanpa mengesampingkan
tugas dan tanggung jawab di dalam rumah tangga.
Hobi yang berbeda justru bisa membawa suasana rumah menjadi lebih
bervariasi karena masing-masing dari Anda atau pasangan bisa saling
bertukar cerita tentang hobinya tersebut.
Bijaknya, untuk meminimalisir konflik, buatlah kesepakatan bersama,
misalnya, berapa lama waktu yang boleh dihabiskan oleh masing-masing pihak
untuk menekuni hobi, apakah akhir pekan boleh digunakan atau tidak untuk
melakukan kegiatan hobi, lalu kapan waktu untuk berdua maupun bersama
anak-anak.
Melibatkan anak
Tentunya kepentingan anak juga harus menjadi prioritas. Jangan sampai
karena hobi, kehadiran anak-anak dianggap mengganggu. Misalnya, Anda sangat
gemar mengumpulkan vas bunga antik. Tak pelak, Anda lantas merasa cemas
saat anak mulai berlarian di dalam rumah, hingga Anda begitu marah luar
biasa seolah-olah vas lebih berharga ketimbang anak.
Seyogyanya, Anda pun bisa mengajarkan anak untuk mengambil contoh dan
melihat manfaat dari hobi yang ditekuni kedua orang tuanya. Misalnya,
melihat ketekunan ayahnya yang senang mengumpulkan barang-barang kuno,
memberikan pelajaran berharga untuk si anak agar belajar merawat
barang-barang berharga mulai sejak dini.
Saling terbuka
Hobi dan kesenangan tak akan jadi masalah dalam pernikahan bila Anda
bersedia membicarakan hal ini dengan pasangan sebelum menikah. Apapun itu,
terbukalah tentang segala hal yang menjadi hobi atau kesenangan Anda dan
pasangan. Hal ini termasuk tentang bagaimana pengaturan waktu dan asal
pendanaannya, apakah boleh menyisihkan dari sebagian penghasilannya untuk
hobi. Juga tentang sebatas mana toleransi yang bisa dilakukan oleh
masing-masing pihak terhadap hobi pasangannya. Semuanya perlu dibicarakan
dari awal agar tidak timbul konflik.
Memang, segalanya akan lebih mudah jika Anda dan pasangan memiliki hobi
yang sama. Semuanya jadi terasa lebih menyenangkan utnuk dibagi dan
dibicarakan bersama. Namun, itu bukan harga mati, bahwa segalanya pasti
akan berjalan lancar-lancar saja. Anda dan pasangan tetap harus tahu batas.
Ingatlah, bila hobi mulai mengganggu intensitas kebersamaan Anda dan
pasangan, maka segeralah berhenti menekuninya. Entah soal waktu atau uang,
segeralah tanggap dengan alarm yang berdering. Anda harus segera menentukan
prioritas, apakah rumah tangga atau hobi? Tak sulit, kan!
(maya/CN19)
Sumber: SMCN
Jodoh Dunia Akhirat
By: Muhamad Agus Syafii
Bagaimana kita menemukan jodoh yang bisa menjadi pasangan dunia akhirat? Sahabatku, bila ingin mendapatkan jodoh dunia akhirat lihatlah keimanan dan ketakwaannya kepada Allah sebab kualitas hidup kita akan diketahui dan teruji hanya setelah kita hidup berpasangan, karena dalam hidup berpasangan akan dapat diketahui kualitas, kapasitas dan sifat-sifat kemanusiaannya. Dalam hidup pernikahan itulah seseorang teruji kepribadiannya, tanggung jawabnya, keibuannya, kebapakannya, perikemanusiaannya, ketangguhannya, kesabarannya. Begitu besar makna hidup berumah tangga sampai Nabi mengatakan bahwa di dalam hidup berumah tangga sudah terkandung separoh urusan agama. fitrah kita sebagai manusia membutuhkan sebagai pendamping hidup, sebagai partner dalam suka maupun duka sekaligus sebagai pasangan yang mampu selalu berpikir dan berkehendak baik terhadap pasangannya. Ia akan memberi dukungan jika ia merasa bahwa dukungannya itu akan membawa kebaikan pasangannya.
Sebaliknya jika pasangannya keliru jalan, ia akan berkata tidak! meski pahit diucapkan dan pahit di dengar. Pasangan yang materialistis biasanya rajin hadir dalam keadaan suka, tetapi ia segera menjauh jika pasangannya dalam kesulitan, ia pasangan hanya dalam suka, tidak dalam duka. Pasangan dunia biasanya angin-anginan, terkadang mesra, tetapi suatu ketika bisa menjadi musuh, bahkan musuh yang sukar didamaikan. Pasangan dunia adalah pasangan sehidup, tetapi belum tentu semati. Hanya pasangan dunia akhirat yang biasanya hadir dalam keadaan suka, tetapi juga hadir membela ketika dalam duka. Pasangan dunia akhirat adalah pasangan yang terikat oleh nilai-nilai kebaikan, ikhlas dan ibadah. Ketika kita sudah matipun pasangan sejati tetap menjaga nama baik kita, mendoakan kita. Dialah jodoh anda sehidup semati, pasangan di dunia dan pasangan di akhirat.
Sahabatku yang ingin segera menikah, carilah jodoh dunia akhirat, jodoh yang sehidup semati dalam mengarungi bahtera rumah tangga hanya dengan mengharap keridhaan Allah. bila memang ada niat & keinginan sungguh2 untuk mendapatkan jodoh. Jangan putus asa, tetaplah berikhitiar & memohon kpd Allah maka Allah akan mengirimkan jodoh yg terbaik untuk anda.
----
Sahabatku yg sedang berikhtiar menjemput jodoh, Yuk..aminkan doa ini agar Allah memudahkan jodoh anda, "Ya Allah, walaupun kami masih sendiri. kami tetap ikhlas dalam kesendirian kami ini dan kami tetap pasrahkan padaMu jodoh yang terbaik menurut Engkau untuk kami. Ya Allah, kabulkanlah doa kami."
Wassalam,
Muhamad Agus Syafii
Kamis, 10 Mei 2012
Sang Pembuat Jam
Alkisah, seorang pembuat jam tangan berkata kepada jam yang sedang
dibuatnya. �Hai jam, apakah kamu sanggup untuk berdetak paling tidak
31,104,000 kali selama setahun?� �Haaaaaaaaaaaa? 31 juta seratus empat ribu
kali aku harus berdetak????� kata jam terperanjat, �Mana mungkin saya
sanggup! Saya ga akan mungkin bisa untuk melakukan itu!�
�Ya sudah, kalau begitu bagaimana kalau 86,400 kali saja dalam sehari?�
�Delapan puluh ribu empat ratus kali? Dengan jarum yang ramping-ramping
seperti ini? Ga , ga, aku ga sanggup!� jawab jam penuh keraguan.
�Ok kalau gitu, bagaimana kalau 3,600 kali dalam satu jam?�
�Dalam satu jam harus berdetak 3,600 kali? Masih terlalu banyak.. saya
tidak mungkin mampu berdetak 3.600 kali..� tetap saja jam ragu-ragu dengan
kemampuan dirinya . Dengan penuh kesabaran tukang jam itu kemudian bicara
kepada si jam, �Baiklah, kalau begitu, sanggupkah kamu berdetak satu kali
setiap detik?�
�Naaaa, kalau begitu, aku sanggup!� � Aku pasti bisa untuk berdetak satu
kali setiap detik � kata jam dengan penuh antusias.
Maka, setelah selesai dibuat, jam itu berdetak satu kali setiap detik.
Tanpa terasa, detik demi detik terus berlalu dan jam itu sungguh luar biasa
karena ternyata selama satu tahun penuh dia telah berdetak tanpa henti. Dan
itu berarti ia telah berdetak sebanyak 31.104.000 kali dalam setahun, Yang
juga berarti dia berdetak 86.400 kali dalam sehari yang sama juga dengan
3.600 kali dalam satu jam.
Ada kalanya kita selalu ragu-ragu dengan segala tujuan / tugas / pekerjaan
yang terlihat sangat besar. Kita selalu menggangapnya sesuatu yang sangat
berat dan tidak mungkin dapat kita laukan. Namun sebenarnya apabila hal
yang besar tersebut kita perkecil dan dilakukan dengan konsisten secara
terus menerus, maka hal yang semula kita anggap tidak mungkin untuk
dilakukan, tidak mampu untuk mencapainya, namun sebenarnya kalau kita sudah
menjalankannya, kita ternyata mampu.
Senin, 23 April 2012
Minggu, 08 April 2012
Angkutan Umum DKI Jakarta dari masa ke masa
Berawal dari rasa jengkel dan ketidakpuasan terhadapa angkutan umum di Jakarta. Jadi membuat saya intgin tahu lebih jauh mengenai sejarah transportasi umum di ibukota yang semakin semrawut ini. Konon kata simbah-simbah, dahulu Jakarta begitu sangat bersahabat dan nyaman. Apalagi dengan moda transportasi-nya. Berbeda dengan saat ini, mobil makin banyak beud, motor bersliweran seperti laron, ditambah bus kopaja dan metromini yang begitu menjadi momok di jalanan, belum lagi angkot, mikrolet yang ngetem sembarangan di simpang-simpang jalan, fiuh semakin membuat bunek saja.
Sebenarnya dengan hadirnya bus trans jakarta, harapan jakarta yang nyaman dengan transportasinya sedikit memunculkan optimisme. Namun apa dikata, ketidak jelasan sistem, dan kurangnya armada membuat optimisme itu sedikit demi sedikit sirnah.
Monorail, MRT, dan lingkar luar KRL jabodetabek seakan masih menjadi bayang-bayang semata, lalu bagaimana sih sebenarnya transportasi Jakarta yang memang diinginkan masyarakatnya ?
Mari kita lihat beberapa transportasi favorit dari masa ke masa :
Unik Asik_Aneka macam angkutan umum yang sudah tersingkir dari Jakarta. Beberapa masih bisa ditemukan melaju melawan zaman. Sementara itu, jumlah pemakai kendaraan umum di Jakarta makin menurun. Tahun 1970, 70 persen warga Jakarta adalah pengguna angkutan umum. Tahun 2010 warga pengguna angkutan umum tinggal 17,1 persen.

1. Helicak
Siapa masih inget helicak, alias helikopter becak. Dinamai begitu karena bentuknya dianggap mirip dengan heli dan becak. Kendaraan ini muncul tahun 1971 dan hanya bertahan selama beberapa tahun.


2. Oplet
1980-Oplet sejatinya adalah mobil sedan merk Morris yand dimodifikasi, kadang dengan mobil Austin. Tahun 1979 trayek oplet dihapus dan diganti dengan Mikrolet dan Metromini.

1980-Oplet sejatinya adalah mobil sedan merk Morris yand dimodifikasi, kadang dengan mobil Austin. Tahun 1979 trayek oplet dihapus dan diganti dengan Mikrolet dan Metromini.

3. Bemo
1989-Sebenarnya bemo sudah mulai dihapus tahun 1971, tapi hingga sekarang masih bisa ditemukan di beberapa tempat yang tak dijangkau bis kota (Benhill, stasiun klender, tanah abang, mangga besar, dll). Bemo artinya becak motor yang hadir bersamaan dengan Ganefo tahun 1962.


4. Becak
1990-Becak masih bebas mangkal di Bundaran Hotel Indonesia. Jumlah tertinggi becak sepanjang sejarah ada pada tahun 1966 yakni 160 ribu.Becak mulai digunakan sejak tahun 1940 dan mulai dilarang sejak tahun 1988. Namun pemusnahan becak secara besar-besaran dari Jakarta baru terjadi pada tahun 1998. Meski demikian becak masih bisa ditemukan di beberapa daerah tertentu di Jakarta.


1989-Sebenarnya bemo sudah mulai dihapus tahun 1971, tapi hingga sekarang masih bisa ditemukan di beberapa tempat yang tak dijangkau bis kota (Benhill, stasiun klender, tanah abang, mangga besar, dll). Bemo artinya becak motor yang hadir bersamaan dengan Ganefo tahun 1962.


4. Becak
1990-Becak masih bebas mangkal di Bundaran Hotel Indonesia. Jumlah tertinggi becak sepanjang sejarah ada pada tahun 1966 yakni 160 ribu.Becak mulai digunakan sejak tahun 1940 dan mulai dilarang sejak tahun 1988. Namun pemusnahan becak secara besar-besaran dari Jakarta baru terjadi pada tahun 1998. Meski demikian becak masih bisa ditemukan di beberapa daerah tertentu di Jakarta.


5. Tram / Bis bermesin Uap
Tram ini berada di Jakarta, tahun 1927. Di Jakarta pada Tahun 1927 terdapat 5 (lima) jurusan atau disebut
Lin (kata ini masih digunakan angkutan kota di Surabaya hingga saat ini) Tram Listrik, sebagai berikut:
Lin 1 : Menteng - Kramat - Senen - Vrijmetselaarweg - Gunung Sahari -
Kota bawah (PP)
Lin 2 : Menteng - Willemslaam - Harmoni (PP)
Lin 3 : Menteng - Willemslaam - Vrijmetselaarweg (PP)
Lin 4 : Menteng - Tanah Abang - Harmoni (PP)
Lin 5 : Vrijmetselaarweg - Willemslaam - Harmoni (PP)
1981-Penumpang di terminal Lapangan Banteng yang kini sudah diubah menjadi taman. Sejarah angkutan umum Jakarta berawal dari tram / bis yang dikelola Belanda. Sayang, tram bermesin uap dihapuskan oleh Presiden Soekarno tahun 1960.
Tram ini berada di Jakarta, tahun 1927. Di Jakarta pada Tahun 1927 terdapat 5 (lima) jurusan atau disebut
Lin (kata ini masih digunakan angkutan kota di Surabaya hingga saat ini) Tram Listrik, sebagai berikut:
Lin 1 : Menteng - Kramat - Senen - Vrijmetselaarweg - Gunung Sahari -
Kota bawah (PP)
Lin 2 : Menteng - Willemslaam - Harmoni (PP)
Lin 3 : Menteng - Willemslaam - Vrijmetselaarweg (PP)
Lin 4 : Menteng - Tanah Abang - Harmoni (PP)
Lin 5 : Vrijmetselaarweg - Willemslaam - Harmoni (PP)
1981-Penumpang di terminal Lapangan Banteng yang kini sudah diubah menjadi taman. Sejarah angkutan umum Jakarta berawal dari tram / bis yang dikelola Belanda. Sayang, tram bermesin uap dihapuskan oleh Presiden Soekarno tahun 1960.

6. Bis Tingkat
1996-Bis tingkat masih dapat ditemui di jalan utama kota Jakarta. Pengelolanya adalah Pengangkutan Penumpang Djakarta alias PPD. PPD dibentuk dari Maskapai Lintas Kota Batavia yang dinasionalisasi tahun 1954. (Tempo.Co)
7. Semenjak tahun 1996 Jakarta lebih mengandalkan bus-bus dengan kapasitas besar seperti PPD, Mayasari Bakti, sempat juga bus gandeng steady safe. Memasuki tahun 2000-an muncul ide Monorail yang akan menghubungkan pusat-pusat bisinis di Jakarta. Namun apa dikata lagi-lagi itu hanyalah wacana. bahkan konon proyek ini telah menghabiskan milyaran rupiah hanya untuk membangun pondasi-nya saja. what the fuck !!
Rencana-nya :
tapi hasilnya :
Hanya membuat kotoran saja, membuat ruang makin sempit saja. tanpa ada realisasi-nya.
8. Busway Trans jakarta dari bus biasa sampai bus gandeng yang hidup kembali
Koridor 1 (2004)
Bus Transjakarta memulai operasinya pada 15 Januari 2004 dengan tujuan memberikan jasa angkutan yang lebih cepat, nyaman, namun terjangkau bagi warga Jakarta. Untuk mencapai hal tersebut, bus ini diberikan lajur khusus di jalan-jalanyang menjadi bagian dari rutenya dan lajur tersebut tidak boleh dilewati kendaraan lainnya (termasuk bus umum selain Transjakarta). Agar terjangkau oleh masyarakat, maka harga tiket disubsidi oleh pemerintah daerah.
Pada saat awal beroperasi, Transjakarta mengalami banyak masalah, salah satunya adalah ketika atap salah satu busnya menghantam terowongan rel kereta api. Selain itu, banyak dari bus-bus tersebut yang mengalami kerusakan, baik pintu, tombol pemberitahuan lokasi halte, hingga lampu yang lepas.
Selama 2 pekan pertama, dari 15 Januari 2004 hingga 30 Januari 2004, bus Transjakarta memberikan pelayanan secara gratis. Kesempatan itu digunakan untuk sosialisasi, di mana warga Jakarta untuk pertama kalinya mengenal sistem transportasi yang baru. Lalu, mulai 1 Februari2004, bus Transjakarta mulai beroperasi secara komersial.
Sejak Hari Kartini pada 21 April 2005, Transjakarta memiliki sopir perempuan sebagai wujud emansipasi wanita. Pengelola menargetkan bahwa nanti jumlah pengemudi wanita mencapai 30% dari keseluruhan jumlah pengemudi. Sampai dengan bulan Mei 2006, sudah ada lebih dari 50 orang pengemudi wanita.
[sunting]Koridor 2 dan 3 (2006)
Tepat 2 tahun setelah pertama kali dioperasikan, pada 15 Januari 2006 Transjakarta meluncurkan jalur koridor 2 (Pulogadung-Harmoni) dan 3 (Kalideres-Pasar Baru). Sejak Minggu-10 Februari 2008, beberapa bus Transjakarta koridor 3 mulai melalui rutenya yang baru, yaitu dari arah Kalideres setelah halte Jelambar tetap lurus melewati Jalan Kyai Tapa menuju Halte Harmoni Central Busway tidak berbelok melalui Tomang. Penggunaan jalur ini masih belum resmi karena sebagian besar bus koridor 3 masih melaui jalur Tomang, dan 2 halte busway sepanjang Jalan Kyai Tapa belum beroperasi. Sejak tanggal 10 September 2008, 2 halte yaitu Grogol Trisakti dan Sumber Waras mulai dioperasikan secara resmi.
[sunting]Koridor 4, 5, 6, dan 7 (2007)
Pada tahun 2006, dimulai pembangunan 4 koridor baru Busway, yaitu:
Pulogadung - Dukuh Atas (Koridor 4)
Kampung Melayu - Ancol (Koridor 5)
Ragunan - Dukuh Atas (Koridor 6)
Kampung Rambutan - Kampung Melayu (Koridor 7)
Sama seperti pada pembangunan koridor-koridor sebelumnya, proyek pembangunan 4 koridor ini juga mengundang reaksi negatif beberapa pihak terutama karena kemacetan parah yang disebabkannya.
Koridor 4-7 ini diresmikan penggunaannya pada Sabtu-27 Januari 2007, oleh Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso di shelterTaman Impian Jaya Ancol. Setelah peresmiannya, keempat koridor ini baru efektif beroperasi pada tanggal 28 Januari 2007. Tidak seperti pada waktu peresmian koridor 1, tidak ada tiket gratis untuk masyarakat untuk sosialisasi di koridor-koridor ini.
[sunting]Koridor 8 (2008 - 2009), 9, dan 10 (2008 - 2010)
Pembangunan koridor 8-10 dimulai pada bulan Agustus 2007.[1] Ketiga koridor ini awalnya direncanakan untuk dapat beroperasi bulan Maret 2008, namun mengalami beberapa penundaan.
Rencana operasional koridor 8 awalnya ditunda hingga 14 Februari 2009[2], namun akhirnya mengalami penundaan lagi. Koridor ini pertama kali diujicoba secara terbatas pada tanggal 9 Februari 2009,[3] dan memasuki tahap operasional pada Sabtu-21 Februari 2009.[4] Dari 45 bus yang dibutuhkan untuk melayani koridor 8, hingga tanggal 6 Februari 2009 baru tersedia 20 bus, yang memaksa BLUTJ untuk memangkas rute operasional dari Lebak Bulus - Harmoni menjadi Lebak Bulus - Daan Mogot (Halte Jelambar, walau sebagian sumber menginformasikan Halte Indosiar).[2]
Pada hari pertama operasionalnya, koridor 8 direncanakan beroperasi pada periode 13.00-22.00 WIB[4]
Setelah mengalami beberapa penundaan, pada Senin-7 Desember 2009, Kepala Dinas Perhubungan DKI M. Tauchid menginformasikan bahwa pengoperasian koridor 9 dan 10 kembali mengalami penundaan. Target operasional yang awalnya ditetapkan pada Juni-Oktober 2010 diundur menjadi November 2010.[5] Penundaan kali ini disebabkan karena penentuan tarif per kilometer bus yang baru disepakati oleh Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) dan belum ditunjuknya operator yang mengelola koridor ini. Penentuan operator direncakan menggunakan sistem lelang yang akan dilakukan pada bulan Februari atau Maret 2010. Koridor ini direncakan akan dilayani oleh total 139 armada dengan perincian:
65 bus single dan 15 bus gandeng di Koridor 9.
45 bus single dan 10 bus gandeng di Koridor 10.
Koridor 8, 9 dan 10 ini melayani rute:
Lebak Bulus - Harmoni (Koridor 8), dengan panjang 26 km.
Rute melalui Jalan Ciputat Raya, Jalan TB Simatupang, Jalan Metro Pondok Indah, Jalan Sultan Iskandar Muda, Jalan Teuku Nyak Arif, Jalan Letjen Supeno, Simprug Bypass, Jalan Panjang Raya, Jalan Daan Mogot, Jalan Tomang Raya, Gajah Mada/Hayam Wuruk.
Pinang Ranti - Pluit (Koridor 9), dengan panjang 29,9 km.
Rute melalui Jalan Pondok Gede Raya, Tol Jagorawi, Mayjen Sutoyo, MT Haryono, Gatot Subroto, S.Parman, Latumenten (Stasiun KA Grogol), Jembatan Besi, Jembatan Dua, Jembatan Tiga, Penjaringan, Pluit.
Cililitan - Tanjung Priok (Koridor 10), dengan panjang 19 km.
Rute melalui Jalan Mayjen Sutoyo, DI Panjaitan, Jend Ahmad Yani, Yos Sudarso, Enggano.
2011-2012 ada penambahan koridor baru yang menghubungkan pulau gebang - kampung Melayu
9. MIRT, Monorail bangkit lagi
Seakan tidak kapok beberapa bulan ini bakal calon guberneur DKI jakarta pengganti FOKE melemparkan wacana pembangunan kembali MIRT, Monorail, atau entah apa itu sebutannya. Transportasi air yang didengungkan foke saja jalan di tempat, dan MIRT juga sempat jadi wacana, akankah kali ini dari sekian banyak bakal calon ada yang berani merealisasikannya. Kita Tunggu saja.
Sumber: dari berbagai sumber
Apa Kabarmu, RIM ?
Terus terang saja, untuk urusan kamera, saya sudah lama terlalu suka dan fanatik pada satu merk, yakni KODAK. Kamera ini istimewa, bukan karena teknologinya yang aneh-aneh, tapi..karena justru karena dia adalah kamera biasa, dan tidak memusingkan pemakainya. Tentu kualitasnya juga sangat teruji, apalagi Kodak adalah salah satu ikon Amerika yang disegani dan mempunyai akar sejarah yang membanggakan, selain Harley Davidson, Levi�s, Ford, McDonald, dan lain-lain.
Tentu cukup membuat kaget ketika akhirnya Eastman Kodak (produsen Kodak) harus menyerah pada zaman dan dinyatakan bangkrut, setelah beberapa lama �terkubur� oleh popularitas Canon atau Nikon, atau pemain-pemain elektronik besar seperti Sony, Samsung, atau bahkan LG. Belum lagi serbuan telepon seluler yang dilengkapi kamera. Tentu menggerus pasar Kodak yang sebenarnya telah lama makin mengecil. Ada yang mengatakan, Kodak terlalu lama percaya diri pada nama besarnya, sehingga dia menginvestasikan sedikit untuk pengembangan teknologi pada produknya, namun apa mau dikata, Kodak sudah selesai.
Saya kemudian mulai berpikir, zaman akan selalu memakan korban. Di list berikut ini, kita akan melihat banyak perusahaan-perusahaan dunia yang tutup satu persatu. Siapa yang menyusul?
Kita memang bisa melihat di media, betapa banyak perusahaan-perusahaan dunia yang mulai goyah dan dengkulnya mulai gemetaran. Yahoo! adalah salah satunya, dan murni karena kalah bersaing dengan Google atau bahkan Microsoft. Lalu raksasa kamera dari Jepang, Olympus juga sedang tidak beruntung dengan berbagai skandal fraud multibillion dollar yang membuat resah. Dan di sini, perlu saya sebutkan satu lagi, yakni RIM, sang pembuat Blackberry. Ini membuat banyak orang resah, apalagi die-hard fans-nya Blackberry, salah satunya saya (paling tidak saya pernah menjadi BB fans).
Ketika banyak orang masih bergembira ria dengan Nokia dan Sony Ericsson, saya sudah ber-blackberry sejak 2007. Saya pernah memiliki HP berbagai merek, mulai dari LG, Samsung, Phillips, Nokia, Sony Ericsson, namun tak pernah sekalipun saya merasa �berhutang budi� sebesar kepada Blackberry. Saya masih ingat ketika bos besar menyuruh saya membuat dan mengirim report secepatnya, padahal waktu itu saya masih naik perahu di atas sungai Bengawan Solo, karena seluruh jalan tergenang banjir. Saya tak pernah terlupa, report dan foto2 terkirim dalam 1 jam, dan dalam 24 jam, bantuan mengalir dari Inggris ke Lamongan dan sekitarnya, tempat terparah terkena banjir. In one word, Blackberry is GREAT!
Namun apa mau dikata, ada beberapa hal yang membuat orang mulai meninggalkan Blackberry. Tentu beberapa kali gangguan di AS dan tempat lain, sangat berpengaruh pada customer behaviour. Selain itu, kita mengenal Blackberry bagus untuk email dan SMS, bagaimana dengan feature yang lain? Hmm�mungkin kalah sama iPhone atau gadget2 Android.
Di Indonesia, Blackberry tetap besar, dan berkembang, thanks to Blackberry Messenger yang keren. Namun, customer di Indonesia tentu takkan lupa �perlakuan semena-mena� Blackberry pada pengguna BB di Indonesia. Yakni ketika RIM justru memilih Malaysia dan Singapura sebagai tempatnya berinvestasi, dan bukan di Indonesia, tempatnya �bergantung�. Mungkin RIM tidak menyadari, bahwa customer di Indonesia pun tahu bahwa pengguna BB di Malaysia dan Singapura tidak sampai 1/10 pengguna BB di Indonesia, apalagi tingkat pertumbuhan pengguna BB di Indonesia termasuk yang paling tinggi di dunia. RIM telah (dengan sengaja) �menyakiti� perasaan sebagian rakyat Indonesia, dengan berbuat seperti itu.
Mungkin banyak juga yang tidak peduli, namun percayalah�banyak kok yang peduli. Dan yang perlu dicatat, Blackberry boleh tetap tumbuh dan besar di Indonesia, namun RIM harus juga melihat dan mempertimbangkan setiap aspek dalam menjaga produknya tetap �aman� di pasaran, termasuk di dalamnya adalah elemen paling penting , yakni ..jangan pernah bermain-main dengan nasionalisme.
Blackberry sudah mulai kehilangan cengkeramannya di AS dan Canada, mungkin juga di tempat lain. Namun Blackberry masih tumbuh dan menguat di Indonesia. This is RIM�s last resort. Dan ada baiknya, RIM �menjaga� Indonesia sekuat tenaganya. Masih terbuka lebar pintu investasi riil buat RIM.
Welcome..
Sumber : GNFI
PTDI dan Pesawat Kepresidenan Indonesia
Kemaren, saya mendapat kehormatan menerima tweet dari tokoh favorit saya, bung Fadjroel Rachman. Isinya begini : �@fadjroel: CN-235 pesanan KorSel, SELAMAT IKUT BANGGA ya @GNFI tp Jenderal SBY tak mau pesawat kepres�. Tentu sebuah silaturahim yang hangat dan menghangatkan, karena negeri ini yang mengalami krisis kepercayaan diri cukup lama, mampu menjual pesawat berteknologi tinggi, kepada negara maju pula.
Namun ada yang perlu digarisbawahi memang bahwa (diluar saya setuju atau tidak tentang pembelian pesawat kepresidenan Boeing BBJ 2) saat ini PTDI (pembuat CN 235 MPA ) belum membuat pesawat bermesin jet. Meski secara kemampuan para insinyur kita mampu, tapi tentu membutuhkan waktu bertahun-tahun di sisi riset dan pengembangan, dan test ini itu, ini tentu menjadi masalah ketika kas negara tidak gemuk. Selain itu, perlu diingat bahwa pesawat jet apapun yang nanti dibuat PTDI, harus juga menguntungkan secara komersial.
Kita perlu melihat bahwa pesawat Boeing BBJ yang dipesan untuk pesawat kepresidenan, adalah seukuran Boeing 737-800 NG milik (spt pswat baru Garuda Indonesia). Dan PTDI tidak mungkin melakukan riset bertahun-tahun hanya untuk membuat 1 unit pesawat kepresidenan saja. Kalau PTDI berniat mengembangkan pesawat seukuran itu, tentu harus dipertimbangkan masak-masak mengenai pasar di dunia, yang saat ini dikuasai oleh Boeing (AS) dan Airbus (konsorsium Eropa). Sementara pesawat jet yang ukurannya lebih kecil, pasarnya sudah diperebutkan oleh dua perusahaan yakni Embraer (Brazil), dan Bombardier (Canada). Belum lagi para pemain baru seperti Sukhoi (Russia) yang meluncurkan SJ 100 dan juga COMAC (China) yang meluncurkan ARJ 21-700. Memang ada pasar dalam negeri, namun jaman sekarang, tentu mustahil kita mengharuskan maskapai-2 nasional HARUS memakai pesawat produksi dalam negeri.
Saya yakin, para insinyur2 Indonesia mampu membangun pesawat jet. Namun perlu dipikirkan secara menyeluruh mengenai,�what�s next. Pemasaran, branding, persaingan dengan para produsen di atas, dan lain lain. PTDI (dulu IPTN) pernah berencana membangun pswt jet seukuran ERJ 21-700 yang dinamai N-2130, namun rencana itu berhenti di tengah jalan karena kebentur krismon.
Diluar pendapat setuju atau tidaknya kita atas pembelian pesawat kepresidenan, tapi perlu dicatat bahwa memang untuk mengangkut presiden dan rombongan, memang diperlukan pesawat jet berbadan sedang. Tentu lebih pada sisi efisiensi dan efektifitas. Ke depan, kalau memang kita mau PTDI membangun pesawat bermesin jet, mari kita lakukan bersama.
Sumber : GNFI
Langganan:
Postingan (Atom)


